Panen Jagung dan kalut Kabut Asap di Mempawah Landak

Panen Jagung dan kalut Kabut Asap di Mempawah Landak
Warga tani pemilik kebun jagung binaan Polri Rinawati di abadikan bersama Kapolsek mempawah Hulu Iptu Fredy saat panen jagung . Foto : Humas Polsek Mempawah Hulu .

Landak - Spektroom : Di tengah kesibukan jajaran kepolisian menangani ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap yang semakin pekat di Kalimantan Barat, Polsek Mempawah Hulu justru menunjukkan aksi nyata di sektor pangan.

Kapolsek Mempawah Hulu, IPTU Freddy Surya Purnama bersama Bintara Penggerak Ketahanan Pangan Desa Sailo, Bripka Orgen, menghadiri langsung panen jagung di lahan milik warga, Rinawati, di Dusun Karasik, Desa Sailo, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kamis (17/09/2026).

Kehadiran Kapolsek di tengah ladang bukan sekadar seremoni. Ia turun langsung memantau kondisi tanaman, proses pemanenan hingga pemipilan jagung. Di tengah cuaca berasap, semangat petani dan polisi tetap menyala.

Tanaman jagung yang ditanam pada 23 Juni 2026 itu membuahkan hasil cukup membanggakan. Dari lahan tersebut, panen sementara tercatat menghasilkan lebih dari 1 ton jagung pipil.

Tidak hanya memantau panen, Kapolsek juga duduk bersama pemilik lahan dan petani setempat untuk berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan. Dari hasil pemantauan langsung, produktivitas jagung dinilai masih bisa ditingkatkan.

Beberapa catatan penting ditemukan, seperti proses pemupukan yang belum merata, ukuran tongkol dan biji yang masih relatif kecil, serta adanya gangguan hama tikus dan tupai.

Catatan tersebut justru menjadi bahan evaluasi berharga agar hasil pada musim tanam berikutnya bisa lebih maksimal.

Kapolsek Mempawah Hulu, IPTU Freddy Surya Purnama menegaskan pendampingan petani merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Polri tidak hanya hadir ketika ada persoalan keamanan. Kami juga mendampingi masyarakat dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung, termasuk mendukung petani dan mengawal ketahanan pangan,” ujar IPTU Freddy.

Setiap kekurangan di lapangan harus disikapi sebagai pembelajaran bersama. Kalau ada kendala, kita carikan jalan keluarnya bersama. Yang penting masyarakat tetap bertani dan lahan produktif dimanfaatkan.

Kegiatan panen jagung ini sekaligus menjadi pesan kuat, di tengah ancaman Karhutla, ketahanan pangan tidak boleh berhenti. Justru dengan memanfaatkan lahan secara produktif dan tidak membakar, masyarakat turut berperan mencegah Karhutla.

Kehadiran Bintara Penggerak Ketahanan Pangan di desa-desa dinilai menjadi jembatan efektif antara polisi dan petani. Selain menjaga keamanan, mereka juga menjadi motivator agar warga tidak meninggalkan lahan pertanian.

Warga Desa Sailo menyambut positif kehadiran Kapolsek dan jajarannya. Bagi mereka, kehadiran polisi di ladang memberikan semangat tersendiri.

Berita terkait

Nurochman: HUT ke-25 Batu Bukan Sekadar Seremoni, Lima Tahun ke Depan Harus Terasa bagi Warga

Nurochman: HUT ke-25 Batu Bukan Sekadar Seremoni, Lima Tahun ke Depan Harus Terasa bagi Warga

Batu -Spektroom : Wali Kota Batu Nurochman menegaskan peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Lima tahun ke depan, pembangunan harus menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi lokal, terbukanya kesempatan, kelestarian lingkungan hingga pelayanan pemerintah yang semakin dekat dengan kebutuhan warga. Pesan itu

Buang Supeno