Panggung Inklusi "Solo Menari 2026", Tampilkan Penari Disabilitas dan Lansia

Panggung Inklusi "Solo Menari 2026", Tampilkan Penari Disabilitas dan Lansia
Penari disabilitas usai mengikuti tari kolosal dalam ajang "Solo Menari 2026". (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Perhelatan Solo Menari 2026 menghadirkan panggung inklusif dengan melibatkan penari dari kalangan disabilitas dalam tari kolosal bertajuk “Aku Kipas”. Kegiatan yang digelar di kawasan Titik Nol Kota Solo atau depan Balai Kota Surakarta, Rabu petang (29/4/2026), berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Sekitar 70 penyandang disabilitas dan peserta lanjut usia turut berbaur bersama ribuan penari lainnya, menampilkan gerakan yang harmonis dan dinamis di tengah iringan musik yang rancak. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa seni tari dapat dinikmati dan diikuti oleh semua kalangan tanpa batas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, menyampaikan bahwa Solo Menari tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang inklusi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Semua elemen, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, termasuk penyandang disabilitas, ikut handarbeni atau merasa memiliki Solo Menari,” ungkap Maretha.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono. (Foto: Ciptati Handayani)

Ia menegaskan bahwa seni tari tidak mengenal batasan, sehingga siapa pun dapat berpartisipasi dan merasakan kemeriahan acara.

“Menari itu untuk semua. Tidak membeda-bedakan, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati dan merasakan event spektakuler ini. Keterlibatan semua kalangan tentu mendukung terwujudnya kota yang inklusif,” tambahnya.

Dalam formasi penampilan, penari disabilitas ditempatkan di bagian tengah, dikelilingi ribuan penari lain di sisi depan, belakang, serta kanan dan kiri. Seluruh peserta tampil serempak, menciptakan komposisi gerak yang dinamis dan penuh harmoni.

Direktur Solo Menari 2026, Heru Mataya, menyebutkan bahwa tari kolosal tersebut melibatkan sekitar 1.500 penari kipas dan 200 pemusik, sehingga total partisipan mencapai sekitar 1.700 orang.

“Keterlibatan teman-teman disabilitas sekitar 72 orang. Selain itu, ada juga peserta dari berbagai usia, mulai 4 tahun hingga 84 tahun, bahkan penyintas kanker. Ini benar-benar panggung yang inklusif,” jelas Heru.

Ia menambahkan, keberagaman latar belakang peserta, mulai dari usia, kondisi fisik, hingga profesi, menjadi kekuatan utama dalam menampilkan harmoni di atas satu panggung.

Suasana tari kolosal Solo Menari 2026 (Foto : Ciptati Handayani).

Peserta Solo Menari 2026 tidak hanya berasal dari Surakarta, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Surabaya, Jakarta, Bandung, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Sulawesi, yang semakin memperkaya keberagaman budaya dalam ajang tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kota Surakarta sebagai kota budaya yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan kebersamaan dalam setiap ekspresi seni. (Ciptati Handayani)

Berita terkait

Dukung Hilirisasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Maluku, Kasdam XV/Pattimura Hadiri Groundbreaking Pabrik Kelapa dan Pala

Dukung Hilirisasi untuk Kesejahteraan Masyarakat Maluku, Kasdam XV/Pattimura Hadiri Groundbreaking Pabrik Kelapa dan Pala

Ambon-Spektroom : Brigjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Groundbreaking proyek hilirisasi tahap II berupa pembangunan pabrik kelapa dan pala di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (29/4/2026). Proyek strategis tersebut menjadi tonggak penting bagi pembangunan industri hilirisasi di Maluku yang dikenal

Eva Moenandar, Rafles
Gubernur Maluku Dorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dalam Wisuda Perdana Universitas Muhammadiyah Maluku

Gubernur Maluku Dorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan dalam Wisuda Perdana Universitas Muhammadiyah Maluku

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Wisuda Angkatan I Universitas Muhammadiyah Maluku yang diselenggarakan di LLDikti Wilayah XII, Karang Panjang, Kamis (30/4/2026). Lewerissa Dalam sambutannya, menegaskan bahwa Maluku merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaannya. “Maluku

Eva Moenandar, Rafles
Ali Nurdin Nahkodai KONI Mentawai, Bupati All Out Dorong Prestasi Besar di Porprov 2026

Ali Nurdin Nahkodai KONI Mentawai, Bupati All Out Dorong Prestasi Besar di Porprov 2026

Mentawai-Spektroom : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat resmi mengesahkan sekaligus melantik kepengurusan antar waktu KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai masa bakti 2025–2029. Pelantikan ini menjadi momentum kebangkitan olahraga Mentawai di bawah kepemimpinan Ali Nurdin sebagai Ketua Umum. Pengesahan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum KONI Sumbar Nomor

Rafles