Parade Kebaya Ambon Jadi Momentum Tanamkan Cinta Budaya dan Perlindungan Anak

Parade Kebaya Ambon Jadi Momentum Tanamkan Cinta Budaya dan Perlindungan Anak
Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kota Ambon, Lisa Wattimena, saat membuka Parade Kebaya Kota Ambon di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Eva. M/Spektroom)

Ambon-Spektroom : Hari Kebaya Nasional yang dirangkaikan dengan Hari Anak Nasional 2026 di Kota Ambon dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kecintaan terhadap budaya sekaligus membangun kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
Hal itu disampaikan Ketua DPC Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kota Ambon, Lisa Wattimena, saat membuka Parade Kebaya Kota Ambon di kawasan Gong Perdamaian Dunia, Sabtu (25/7/2026).

Lisa menegaskan, pelestarian budaya harus dimulai sejak usia dini agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi. Menurutnya, kebaya bukan hanya busana tradisional, tetapi simbol identitas perempuan Indonesia yang menyimpan nilai sejarah, kesopanan, dan kebanggaan sebagai bangsa.

"Kebaya adalah warisan budaya yang harus terus dikenalkan kepada anak-anak agar mereka tumbuh dengan rasa bangga terhadap identitas bangsanya," ujarnya.
Ia mengapresiasi DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku yang menginisiasi Parade Kebaya sebagai ruang edukasi budaya bagi anak-anak. Kegiatan tersebut dinilai mampu membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui cara yang menyenangkan.

Lisa mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional memiliki pesan yang saling berkaitan. Anak-anak tidak hanya harus memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, dan mendapat perlindungan, tetapi juga berhak mengenal serta mencintai budaya bangsa sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Menurutnya, Maluku yang kaya akan tradisi memiliki tanggung jawab besar menjaga warisan budaya melalui berbagai cara, mulai dari memperkenalkan pakaian adat, tarian daerah, lagu tradisional, permainan rakyat hingga cerita-cerita budaya kepada generasi muda.

"Menjaga budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Jika budaya terus diwariskan kepada anak-anak, maka identitas bangsa akan tetap terjaga," tegasnya.

Lisa berharap Parade Kebaya Ambon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu melibatkan lebih banyak anak dan masyarakat. Dengan demikian, semangat melestarikan budaya dapat terus hidup dan melahirkan generasi Maluku yang berkarakter, mencintai warisan leluhur, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (EM)

Berita terkait

Lopes Vivi Kamboja: Dari Resep Warisan Ibu hingga Jadi Buruan Penikmat Senja di Waterfront Pontianak

Lopes Vivi Kamboja: Dari Resep Warisan Ibu hingga Jadi Buruan Penikmat Senja di Waterfront Pontianak

Pontianak-Spektroom : Menjelang sore, ketika cahaya matahari mulai memantul di permukaan Sungai Kapuas, sebuah lapak sederhana di kawasan Waterfront Pontianak ramai didatangi pengunjung. Bukan tanpa alasan. Di tempat itulah Lopes Vivi Kamboja hadir menawarkan kudapan tradisional yang berhasil mempertahankan cita rasa lama di tengah gempuran kuliner modern. Di balik usaha tersebut,

Apolonius Welly, Rafles
Panggung Kehormatan Ajang Balap Motor di GOR Satria Purwokerto Ambruk, Puluhan Penonton Terluka

Panggung Kehormatan Ajang Balap Motor di GOR Satria Purwokerto Ambruk, Puluhan Penonton Terluka

Purwokerto-Spektroom : Panggung kehormatan pada ajang balap motor berskala nasional di GOR Satria Purwokerto ambruk, Minggu, mengakibatkan puluhan orang terluka. Sedikitnya lebih dari 30 korban ringan dan 10 luka berat dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah rumah sakit di Purwokerto untuk mendapatkan penanganan medis. Pantauan di lokasi, puluhan ambulans berdatangan dan disiagakan

Bian Pamungkas
Buka LK III HMI Nasional, Gubernur Hendrik Tantang Kader Hadirkan Solusi bagi Krisis Bangsa

Buka LK III HMI Nasional, Gubernur Hendrik Tantang Kader Hadirkan Solusi bagi Krisis Bangsa

Ambon–Spektroom : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menantang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk tidak sekadar menjadi pengamat, tetapi tampil sebagai pemimpin yang mampu melahirkan solusi atas berbagai krisis yang dihadapi bangsa. Pesan itu disampaikan Gubernur saat membuka Advance Training (Latihan Kader III/LK III) Tingkat Nasional Badan Koordinasi (Badko) HMI

Eva Moenandar, Rafles