Pasar Karangpandan Ramai Wisatawan, Berkah Sayur Murah di Tengah Penurunan Permintaan Pasar
Surakarta – Spektroom: Suasana Pasar Tradisional Karangpandan belakangan ini tampak berbeda dari biasanya. Deretan sayuran segar yang dijajakan para pedagang tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang tengah menghabiskan waktu liburan di lereng Gunung Lawu.
Fenomena menarik terjadi di tingkat pedagang pasar. Beberapa jenis sayuran mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir. Menurut penuturan salah satu pedagang setempat, Yatmi, penurunan harga ini dipicu oleh berkurangnya permintaan pasar imbas dari liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beberapa jenis sayuran turun harga, karena MBG libur jadi permintaan pasar berkurang,” ujar Yatmi saat ditemui di lapaknya, Sabtu (12/9/2026)
Meskipun bagi sebagian petani dan pedagang hal ini menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas pendapatan, situasi tersebut justru membawa angin segar bagi sektor pariwisata. Bagi para wisatawan, fluktuasi harga ini menjadi kesempatan emas untuk membawa pulang sayuran segar berkualitas tinggi sebagai buah tangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Aktivitas berbelanja di Pasar Karangpandan kini bukan sekadar transaksi ekonomi biasa, melainkan telah bergeser menjadi sebuah pengalaman wisata alternatif. Menikmati udara sejuk pegunungan sembari berinteraksi langsung dengan ramahnya pedagang lokal memberikan kesan mendalam bagi pengunjung.
Yulianti mengatakan, pasar tersebut menjadi pilihan karena dikenal menyediakan sayuran segar dengan harga terjangkau, seperti wortel, kapri, jagung manis hingga seledri.
“Saya juga beli daun seledri segar, 1 kilogramnya Rp10 ribu. Ini untuk bahan jus sebagai minuman kesehatan,” katanya.
Hal senada disampaikan Anisa, warga Solo, yang menghabiskan akhir pekan di kawasan kaki Gunung Lawu. Ia menyempatkan diri mampir ke Karangpandan untuk membeli wortel dan sayuran ceme.
“Iya, lebih murah di sini. Ini wortel saya beli Rp9 ribu per kilo, padahal dua tiga hari lalu saya beli wortel di pasar tradisional Solo, masih di kisaran Rp17 ribu per kg,” ujarnya.
Perpaduan antara melimpahnya pasokan pangan lokal dan antusiasme wisatawan diharapkan dapat menjaga roda perekonomian di kawasan Karangpandan tetap berputar dinamis, sembari menanti kembali normalnya daya serap pasar secara keseluruhan.