Pasca Haji, Jemaah Didorong Rawat Kemabruran dengan Ibadah Berjamaah

Pasca Haji, Jemaah Didorong Rawat Kemabruran dengan Ibadah Berjamaah
Pasca Haji, Jemaah Didorong Rawat Kemabruran dengan Ibadah Berjamaah. (Foto : Fatmawaty).

Sleman-Spektroom : Menjaga kemabruran haji tidak berhenti setelah jemaah kembali ke tanah air. Konsistensi menjalankan ibadah dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari dinilai menjadi bagian penting untuk mempertahankan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan dalam pengajian rutin bulanan keluarga besar jemaah haji di bawah bimbingan Keluarga Besar Ikatan Haji Hajar Aswat (KBIHHA) Yogyakarta.

Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para jemaah untuk saling mengingatkan dalam menjaga semangat beribadah setelah menunaikan haji.

Penceramah, Ustadz H. Siswanto, mengatakan salah satu cara sederhana untuk menjaga keistiqamahan setelah haji adalah mempertahankan kebiasaan ibadah yang selama ini dilakukan di Mekkah dan Madinah.

Menurutnya, salat lima waktu secara berjamaah di masjid perlu terus dibiasakan setelah jemaah kembali ke lingkungan masing-masing.

“Pasca haji, salat berjamaah lima waktu di masjid itu penting agar tidak mengurangi kemabruran,” kata Siswanto.

Ia menekankan, pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci seharusnya tidak berhenti sebagai kenangan, tetapi diwujudkan dalam perilaku dan kebiasaan sehari-hari.

Konsistensi beribadah, menjaga hubungan dengan sesama serta memperbaiki akhlak menjadi bentuk nyata dari upaya mempertahankan kemabruran.
Sementara itu, Ketua Kerukunan Haji Hajar Aswat, H. Dadi Nurhaedi, mengingatkan para jemaah agar terus menjaga kerukunan dan tidak larut dalam orientasi kehidupan dunia semata.

“Hidup ini sementara. Jangan hanya ingat dunia, tetapi ingatlah akhirat, karena rezeki, maut dan jodoh kita tidak tahu,” ujar Dadi, yang juga dosen Universitas Ahmad Dahlan dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pengajian rutin tersebut sekaligus menjadi ajang reuni bagi para jemaah. Pertemuan itu juga menjadi momentum untuk kembali membangun motivasi menjalankan ibadah, termasuk keinginan sebagian jemaah untuk kembali ke Tanah Suci melalui ibadah umrah.

Dadi berharap para jemaah terus meluruskan niat beribadah semata-mata karena Allah serta menjaga akhlak setelah pulang dari Tanah Suci.

Dengan demikian, predikat sebagai jemaah haji tidak hanya tercermin dari pengalaman menunaikan rangkaian ibadah haji, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Berita terkait

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

The 4th International Conference on Law, Governance, and Social Justice (ICOLGAS) Dorong Hukum dan Kearifan Lokal Hadapi Perubahan AI dan Iklim

Purwokerto-Spektroom : Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara masyarakat bekerja dan berinteraksi, tetapi juga mulai memengaruhi cara pemerintah mengelola lingkungan dan merumuskan kebijakan. Di tengah perubahan tersebut, hukum dinilai perlu beradaptasi agar perkembangan teknologi tetap berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat, kearifan lokal, serta kebutuhan menjaga ketahanan lingkungan. Persoalan itu

Bian Pamungkas
TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

TPID Provinsi Lampung Ikuti Secara Virtual Rakor TPID Dari Command Center Diskominfotik Lampung

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansah mengikuti secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026. Rakor TPID tersebut dirangkai dengan Pembahasan Verifikasi dan Validasi Terkait KDMP Serta Penandatanganan Surat Keputusan Bersama Ruang Bersama

Anggoro AP