Pascabanjir Parigi Moutong  PU Tangani Akses Trans Sulawesi dan Normalisasi Sungai

Pascabanjir Parigi Moutong  PU Tangani Akses Trans Sulawesi dan Normalisasi Sungai
Pemasangan jembatan Bailey gantikan jembatan paningka yg rusak ( BPJN Sulsel)

Parigi Moutong– Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sejak( 27/8). Penanganan difokuskan pada pemulihan konektivitas jalan, penanganan longsor, normalisasi sungai, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Banjir dan longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan data Pos Curah Hujan Toboli, tercatat curah hujan mencapai 96,9 mm/hari pada periode 25 Agustus 2026. Sementara itu, Pos Curah Hujan Donggulu mencatat 51,8 mm/hari pada 27 Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman serta akses jalan masyarakat.

Pada Ruas Sinei–Ampibabo, Kecamatan Kasimbar, banjir dan longsor terjadi di enam titik, yakni Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah langsung melakukan penanganan di titik-titik terdampak. Hingga (28/8) seluruh titik dapat dilewati kembali sehingga konektivitas masyarakat dan lalu lintas pada ruas tersebut berangsur pulih.

Penanganan juga dilakukan pada Jembatan Peningka yang sebelumnya mengalami kerusakan hingga menyebabkan akses terputus. Pada (29/8) Kementerian PU memasang jembatan sementara atau Jembatan Bailey tipe double panel sepanjang 15 meter, yang dilanjutkan dengan pemasangan lantai jembatan dan penimbunan oprit. Seluruh rangkaian penanganan kini telah selesai sehingga Jembatan Peningka kembali fungsional dan lalu lintas dapat berjalan normal.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya Kementerian PU menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah. “Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. ” kata Menteri Dody dalam siaran persnya,Selasa 2/9/2026).

Mengecek pipa air bersih yg terputus

Selain pemulihan konektivitas, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu melakukan penanganan terhadap sungai yang terdampak banjir di Kecamatan Kasimbar. Normalisasi dilakukan pada Sungai Donggulu dan Sungai Suranga yang berada di wilayah Desa Labuan Donggulu, Laemanta, Laemanta Utara, dan Peningka. Kedua sungai tersebut merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Donggulu dan Suranga pada Wilayah Sungai Parigi–Poso yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Bantuan air bersih dari pu

Di sisi lain, Kementerian PU juga turut memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Meskipun banjir telah surut dan arus lalu lintas kembali normal hingga 29 Agustus 2026, layanan air PAMSIMAS belum kembali mengalir secara normal akibat kerusakan jaringan pipa yang terdampak banjir.

Berita terkait

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti