Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung

Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung
Verifikator ini tidak hanya memeriksa berkas di atas meja, melainkan langsung mendatangi lokasi dan memeriksa satu per satu detail kondisi kelompok di lapangan. (Foto Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tampaknya tidak ingin kecolongan dalam menyalurkan program bantuan tematiknya tahun ini. Guna memastikan program strategis negara tersebut jatuh ke tangan yang benar-benar berhak dan produktif, kementerian menerjunkan tim khusus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara ketat dan terperinci di Desa Wringinagung, kecamatan Jombang, kabupaten Jember, Jawa Timur pada Jumat (17/07/2026).

Langkah tegas yang diambil kemarin merupakan bagian dari komitmen keterbukaan informasi dan uji kelayakan nyata di lapangan. Proses verifikasi faktual ini digawangi langsung oleh Hafis dari tim pusat kementerian bersama dengan Rizky Dewantara, S.Pi., selaku perwakilan tim pengawas dari tingkat kabupaten. Kedua verifikator ini tidak hanya memeriksa berkas di atas meja, melainkan langsung mendatangi lokasi dan memeriksa satu per satu detail kondisi kelompok di lapangan.

Peninjauan ini mencakup keaktifan para anggota, legalitas hukum kelompok, hingga kesesuaian lokasi rencana program. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi munculnya masalah klasik, seperti adanya bantuan yang mangkrak atau salah sasaran setelah anggaran negara dicairkan.

Di lapangan , proses verifikasi berlangsung cukup dinamis. Hafis dan Rizki mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait rencana pengelolaan bantuan dan rekam jejak aktivitas kelompok selama ini.

Langkah interogatif yang terukur ini sengaja diterapkan untuk melihat sejauh mana kemandirian kelompok tersebut tanpa ketergantungan penuh pada bantuan pemerintah. Pengawasan seketat ini dinilai penting agar anggaran negara yang dikucurkan benar-benar membuahkan hasil riil, bukan menguap begitu saja tanpa bekas.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Jombang, Nivia Hertiana, S.AB., yang turun langsung memantau jalannya monev memberikan apresiasi tinggi terhadap ketatnya proses verifikasi dari tim gabungan tersebut.

"Kami sangat mendukung pengawasan ketat yang dilakukan tim kementerian kemarin. Validasi faktual ini penting agar bantuan negara tepat sasaran dan tidak ada lagi cerita bantuan yang mangkrak. Dari sisi PMKS, kami ingin memastikan kelompok yang diverifikasi ini memang aktif, punya rekam jejak yang jelas, dan benar-benar diisi oleh warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan," jelasnya, Jumat (17/07/2026).

Kehadiran Hafis dan Rizki menegaskan bahwa verifikasi faktual di lapangan merupakan tahapan krusial yang tidak bisa ditawar atau dimanipulasi. KKP berkomitmen penuh bahwa bantuan tematik harus diberikan kepada kelompok yang memiliki aktivitas nyata dan rekam jejak yang jelas di sektor perikanan.

Pemerintah ingin memotong rantai praktik kelompok dadakan yang biasanya mendadak dibentuk hanya saat ada informasi mengenai kucuran bantuan dari pemerintah.

Melalui pengawasan ketat yang digelar , masyarakat Desa Wringinagung sendiri menaruh harapan besar agar proses seleksi ini menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya dan objektif.

Jika seleksi dilakukan secara bersih dan transparan, bantuan yang turun nantinya dipastikan akan menjadi stimulus nyata yang mendongkrak produktivitas nelayan dan pembudidaya lokal. Warga berharap program ini menjadi awal dari kemandirian ekonomi desa, dan bukan sekadar proyek formalitas yang menghabiskan anggaran tahunan. (budi s)

Berita terkait

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mulai mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat tani melalui program Gerakan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang (Gerak Lekas). Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan pertanian yang rusak akibat aktivitas pertambangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut disosialisasikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Sawahlunto–Spektroom : Upaya Pemerintah Kota Sawahlunto menjaga wajah destinasi wisata kembali diuji. Meski telah berulang kali diimbau, keberadaan ternak yang berkeliaran di kawasan wisata Kandi masih menjadi persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus mencoreng citra kota yang menyandang status Warisan Dunia UNESCO. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
Peringatan Hari Koperasi Ke 79 Pemkab Bogor Dorong Kolaborasi Koperasi  Dengan UMKM

Peringatan Hari Koperasi Ke 79 Pemkab Bogor Dorong Kolaborasi Koperasi Dengan UMKM

Bogor-Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Momentum Peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Kabupaten Bogor, dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola, pembinaan, serta mendorong kolaborasi koperasi dengan pelaku UMKM agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah yang berdaya saing.jumat (17/7/2026)

Asmari, Julianto