PBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Maluku Utara Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Ternate-Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan tersebut berlaku selama sepekan, mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2026.
Dalam rilis yang diterbitkan Senin (29/6/2026), Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster on Duty Muhammad Dzikri Abdul Fattah menjelaskan, meski dinamika atmosfer global tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap wilayah Maluku Utara, sejumlah faktor lokal justru berpotensi memicu pembentukan awan hujan.
Menurutnya, pola belokan angin, perlambatan dan pertemuan angin, serta anomali suhu muka laut di sekitar Laut Maluku meningkatkan suplai massa uap air yang mendukung terbentuknya awan konvektif.
"Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah," ujar Dzikri.
BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak lanjutan dari cuaca ekstrem berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, hingga berkurangnya jarak pandang.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 29–30 Juni 2026 hujan ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan sekitarnya.
Selanjutnya, pada 1–2 Juli 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan meluas ke Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Pulau Taliabu, dan wilayah sekitarnya.
Sementara pada 3–5 Juli 2026, potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Pulau Taliabu, serta daerah sekitarnya.
BMKG meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapan infrastruktur, terutama sistem drainase dan pengelolaan sumber daya air, guna mengantisipasi meningkatnya curah hujan. Koordinasi lintas instansi juga dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Selain itu, masyarakat diimbau mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, serta bergotong royong membersihkan lingkungan.
"Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal," kata Dzikri.
BMKG juga memberikan perhatian khusus kepada para nakhoda kapal, motoris, serta pengguna jasa transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di perairan. Apabila kondisi laut mengalami gelombang tinggi, pelayaran sebaiknya ditunda demi keselamatan.
BMKG mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta mengikuti informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.