Pedagang Musiman Di Kota Jayapura Bersyukur, Raup Penghasilan Dari Euforia Piala Dunia 2026

Pedagang Musiman Di Kota Jayapura Bersyukur, Raup Penghasilan Dari Euforia Piala Dunia 2026
Suasana hari terachir penjualan atribut piala dunia 2026 di abepura jayapura. (foto: Tony Teniwut)

Jayapura-Spektroom : Euforia Piala Dunia 2026 membawa berkah besar bagi pedagang musiman yang menjajakan atribut di Abepura, Jayapura. Mereka meraup omzet fantastis jutaan rupiah per hari, hasil dari tingginya antusiasme warga yang memborong bendera, jersey, dan aksesoris untuk konvoi keliling kota.

Suasana berbeda jelang partai final Argentina vs Spanyol yang dihelat di Stadion MetLife (New York New Jersey Stadium) di East Rutherford, New Jersey, Amerika, jam 02.00 WIB, Senin, 20 Juni 2026 (dini hari) atau jam 04.00 WIT, atribut piala dunia yang ramai dibeli yakni ciri khasnya Agentina dan Spanyol.

Ditemui saat berjualan di Abepura Jayapura Minggu, 19 Juli 2026 (sore) Rifai sebagai salah satu pedagang musiman menuturkan, jelang piala dunia 2026, ia berjualan atribut beragam dari pagi sampai malam hari dan meraih pendapatan 2 hingga 5 juta rupiah perhari.

"Dalam satu hari pagi sampai tengah malam bisa dapat hasil 2 sampai 4 juta malahan sampai 5 juta rupiah kalau yang akan bertanding tim besar seperti Brasil, Belanda, Jerman, Argentina, Perancis dan Spanyol," kata Rifai.

Hal senada disampaikan pula oleh Judin yang mengaku dapat jutaan rupiah perhari dari hasil penjualan atribut piala dunia 2026.

"Alhamdulillah.... syukur....ada rejeki dari jualan ini karena dalam satu hari bisa dapat 2 sampai 3 atau 4 juta, apalagi di Jayapura dan Papua umumnya orang orang senang bola.... jadi kalau ada piala dunia ini ramai orang beli," ujar Judin.

Meski demikian, kedua pedagang musiman itu mengakui, seiring perjalanan waktu, dimana sejumlah tim kebanggaan masyarakat pencinta bola gagal lolos semi final dan final seperti Jerman, Belanda, Portugal, antusias pembelipun berkurang dan otomatis pendapatan mereka juga berkurang, karena hanya tersisa atribut Agentina dan Spanyol yang dibeli.

Kendati dalam dua hari terachir ini pendapatan menurun drastis pada kisaran puluhan ribu hingga satu jutaan rupiah, Rifai dan Judin merasa bersyukur bahwa dengan adanya piala dunia mereka dapat tambahan penghasilan guna menopang kebutuhan sehari hari dalam keluarga, termasuk keperluan pendidikan anak anak mereka.

Berita terkait

MPKS PWM Kalimantan Selatan Lakukan Kunjungan Studi Tiru ke Rumah Sakinah Muhammadiyah Kemayoran Jakarta

MPKS PWM Kalimantan Selatan Lakukan Kunjungan Studi Tiru ke Rumah Sakinah Muhammadiyah Kemayoran Jakarta

Banjarmasin-Spektroom : Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesejahteraan sosial serta memperkuat pengelolaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di lingkungan Muhammadiyah, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan studi tiru ke Rumah Sakinah Muhammadiyah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026. Delegasi MPKS PWM Kalimantan

Junaidi, Bian Pamungkas
Lokasi Astaka MTQ Riau Teluk Kuantan Sontak Bergemuruh, Jagoan Plt Bupati Kuansing Keok di Tekuk Spanyol

Lokasi Astaka MTQ Riau Teluk Kuantan Sontak Bergemuruh, Jagoan Plt Bupati Kuansing Keok di Tekuk Spanyol

Teluk Kuantan-Spektroom : Kesebelasan jagoan PLT Bupati Kuansing H. Muklisin, harus mengakui kehebatan Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026. Argentina dipaksa menyerah 0-1 setelah gol dramatis Ferran Torres pada babak tambahan waktu (extra time), sekaligus mengantarkan La Roja mengangkat trofi juara dunia di New York New Jersey Stadium (MetLife Stadium)

Salman Nurmin, Bian Pamungkas