Pekerja Migran Meninggal di Malaysia, Jenazah Dipulangkan Lewat Border Entikong

Pekerja Migran  Meninggal di Malaysia, Jenazah  Dipulangkan Lewat Border Entikong
Pekerja Migran yg Meninggal . Foto : Dok Holis.

Spektroom – Kabar duka datang dari keluarga besar di Dusun Selandang, Desa Songga, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut, bernama Ridis (26), dilaporkan meninggal dunia di Batu Kawah, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Informasi meninggalnya Ridis pertama kali disampaikan oleh Holis, rekan kerjanya di Malaysia, melalui pesan WhatsApp.

Holis mengisahkan bahwa sehari sebelum ditemukan meninggal, Ridis tidak masuk kerja karena mengeluh sakit.

“Pagi sekitar jam enam waktu Malaysia, teman-teman masih dengar dia batuk-batuk di tempat tinggalnya,” ujar Holis via WA.

Namun, ketika dicek kembali sekitar pukul 09.20 waktu Malaysia, Ridis sudah Meninggal Dunia.

Menurut Holis, almarhum Ridis baru sekitar dua bulan bekerja di sebuah workshop atau bengkel di Batu Kawah.

Saat pertama kali datang ke Malaysia, ia diantar oleh seorang teman yang tidak dikenalnya secara dekat.

“Dia sempat tinggal dua malam bersama saya sebelum akhirnya pindah dan tinggal sendiri di rumah sewa, jaraknya sekitar 500 meter dari tempat saya,” tutur Holis.

Kabar duka ini langsung mengundang keprihatinan keluarga dan warga di kampung halamannya.

Pihak keluarga sudah menerima informasi resmi dan tengah menunggu kepastian proses pemulangan jenazah.

Dari informasi yang diterima Kepala Desa Songga, pihak perusahaan tempat Ridis bekerja atau disebut syarikat, telah berkoordinasi untuk mengurus seluruh proses administrasi pemulangan.

Jenazah rencananya akan diantar sampai ke perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau.

“Setelah sampai di Entikong, jenazah akan dijemput oleh pihak keluarga dari Landak,” ujar Abetnego, Ketua DAD Banyuke Hulu, usai menghubungi Kepala Desa Songga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu kabar lanjutan dari syarikat di Malaysia terkait waktu pasti keberangkatan jenazah menuju Tanah Air.

Kematian Ridis menambah daftar duka pekerja migran asal Kalimantan Barat yang meninggal di luar negeri.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat terus memperhatikan nasib para pekerja migran, terutama dalam hal perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka selama bekerja di luar negeri.

Berita terkait

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Tanah Datar–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Riswan Idris, Rafles
KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api

KAI Daop 6 Yogyakarta Imbau Masyarakat Gunakan Perlintasan Resmi dan Jauhi Jalur Kereta Api

Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan perlintasan sebidang resmi serta tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api demi menjaga keselamatan bersama. Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden tertempernya seorang warga oleh KA 282 Bengawan relasi Pasarsenen–Purwosari di Km 162+0 petak jalan Lempuyangan–Maguwo

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir Inovatif

Transformasi Digital Berawal dari Perubahan Cara Berpikir Inovatif

Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat dimaknai sekadar sebagai adopsi teknologi, tetapi harus diawali dengan perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, pada Seminar Nasional Sistem

Marsam Putrangga, Julianto
ссс