Pemprov Jateng Siapkan Kurikulum Perkoperasian untuk Sekolah, Fokus Tanamkan Nilai Ekonomi

Pemprov Jateng Siapkan Kurikulum Perkoperasian untuk Sekolah, Fokus Tanamkan Nilai Ekonomi
Sekda Sumarno dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang. (Foto: Sigit)

Semarang+Spektroom: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengintegrasikan kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar hingga menengah sebagai upaya menanamkan nilai ekonomi kerakyatan sejak dini.

Langkah ini disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) finalisasi insersi kurikulum pendidikan perkoperasian di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, Selasa (5/5/2026).

Sumarno menegaskan, koperasi memiliki karakter yang berbeda dibandingkan konsep bisnis pada umumnya. Selain berorientasi ekonomi, koperasi juga mengedepankan nilai sosial seperti kebersamaan, gotong royong, dan kedaulatan anggota.

“Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada masyarakat, dimulai dari dunia pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, inisiatif tersebut juga sejalan dengan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah ingin memastikan generasi muda memiliki pemahaman utuh tentang konsep koperasi sehingga mampu mengelola lembaga tersebut secara profesional di masa depan.

“Kita ingin membangun pemahaman sejak SD hingga SMA. Harapannya, koperasi ke depan dikelola oleh sumber daya manusia yang benar-benar memahami ruhnya,” imbuh Sumarno.

Pengamat pendidikan dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Ngasbun Egar, mengapresiasi langkah strategis tersebut. Namun, ia mengingatkan agar implementasi kurikulum tidak berhenti pada aspek teoretis semata.

"Pendidikan perkoperasian perlu dikembangkan secara kontekstual dan aplikatif. Misalnya melalui simulasi koperasi sekolah, sehingga siswa bisa belajar langsung dari praktik,” ungkapnya, Rabu (6/5/2026).

Pengamat pendidikan UPGRIS Dr. Ngasbun apresiasi langkah pemprov Jateng, Rabu (06/05/2026)(Foto: SIgit)

Ngasbun juga menyarankan agar materi koperasi diintegrasikan secara tematik dalam mata pelajaran seperti IPS, PPKn, maupun melalui projek penguatan profil pelajar. Selain itu, peningkatan kompetensi guru dinilai penting agar metode pembelajaran lebih aktif dan relevan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Dwi Silo Raharjo, menjelaskan bahwa kurikulum ini akan diterapkan di seluruh sekolah di bawah Dinas Pendidikan serta madrasah di bawah Kementerian Agama di wilayah Jateng.

“FGD ini bertujuan menyempurnakan draf kurikulum agar selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan daerah, serta menghasilkan modul yang aplikatif,” jelasnya.

FGD yang berlangsung selama tiga hari tersebut melibatkan 40 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, hingga praktisi koperasi. Kurikulum ini ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang.

Melalui kebijakan ini, Pemprov Jateng optimistis dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong dalam membangun perekonomian bangsa melalui koperasi.

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
ссс