Pembalap Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana dan Ukir Sejarah Baru Bagi Grand Prix Indonesia

Pembalap Veda Ega Pratama Raih Podium Perdana dan Ukir Sejarah Baru Bagi Grand Prix Indonesia
Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama berhasil finish ketiga pada balapan moto3 di sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Brasil.

Jakarta-Spektroom : Pembalap moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil meraih podium perdana pada laga balapan moto3 yang berlangsung di sirkuit Goiania Brasil, minggu malam Waktu Indonesia Barat (22/3/2026). Podium ketiga yang diraih Veda mencatat sejarah baru bagi kiprah Granprix Indonesia sebagai podium pertama, karena sebelumnya belum pernah ada pembalap Indonesia yang meraih podium di balapan tingkat tinggi.

Dengan hasil itu, Veda Ega Pratama yang menggunakan angka 9 menduduki peringkat ketiga dengan poin 27, dibawah pembalap Spanyol Maximo Quiles dan pembalap Argentina Marco Morelli. Veda tidak membutuhkan waktu lama untuk meraih podium, karena balapan di Brasil merupakan seri kedua. Masih ada 20 seri balapan lagi yang menuntut konsistensi dan konsentrasi yang tinggi dalam upaya meraih hasil terbaik.

Veda yang merupakan satu-satunya wakil Indonesia di moto3, buka suara untuk kali pertama setelah sukses mencetak sejarah baru dengan merebut podium ketiga tersebut. Setelah balapan, Veda Ega menjawab pertanyaan media pemegang hak siar dengan terbata-bata lantaran pencapaian yang luar biasa.
"Ya, akhirnya saya bisa finis di tiga besar di grand prix kedua saya. Ini merupakan pencapaian terbesar buat saya saat ini," kata Veda Ega.

Finis di posisi ketiga memang pencapaian luar biasa bagi debutan Moto3 2026 asal Gunung Kidul DIYogyakarta ini. Sempat tercecer di 10 besar, Veda Ega berhasil merebut podium ketiga pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania.

"Tentu saya ingin berterima kasih kepada semua warga Indonesia, para sponsor, serta keluarga yang menonton saya dari Indonesia. Terima kasih banyak. Luar biasa," ujar Veda Ega menambahkan.

Tahun 2026 adalah musim perdana Veda di Moto3, dan Seri Brasil merupakan Grand Prix kedua dalam karier balapnya, usai sukses mencuri perhatian dunia berkat performa gemilangnya di program Road to MotoGP.

Veda Ega Pratama dan kru Honda Team Asia usai finis ketiga di Moto3 Brasil 2026 (c) Honda Team Asia

Pada seri pertama di sirkuit Buriram Thailand, Veda mampu finish kelima, sebuah pencapaian yang cukup gemilang bagi pembalap rookie atau pemula. Usai menyajikan aksi mentereng di Moto3 Thailand, Veda kembali tampil kompetitif sepanjang pekan balap di Brasil, yang pertama kali ia kunjungi. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan langsung naik podium.

Berikut Klasemen Pembalap Moto3 2026:
01.  Maximo Quiles (Spanyol) - CFMoto Aspar Team - KTM: 45
02.  Marco Morelli (Argentina) - CFMoto Aspar Team - KTM: 28
03.  Veda Ega Pratama (Indonesia) - Honda Team Asia - Honda: 27
04.  Alvaro Carpe (Spanyol) - Red Bull KTM Ajo - KTM: 26
05.  David Almansa (Spanyol) - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - KTM: 25
06.  Valentin Perrone (Argentina) - Red Bull KTM Tech3 - KTM: 25
07.  Adrian Fernandez (Spanyol) - Leopard Racing - Honda: 18
08.  Brian Uriarte (Spanyol) - Red Bull KTM Ajo - KTM: 14
09.  Casey O'Gorman (Irlandia) - Sic58 Squadra Corse - Honda: 12
10.  Guido Pini (Italia) - Leopard Racing - Honda: 11
11.  Rico Salmela (Finlandia) - Red Bull KTM Tech3 - KTM: 10
12.  Joel Esteban (Spanyol) - LevelUp MTA - KTM: 7
13.  David Munoz (Spanyol) - Liqui Moly Dynavolt Intact GP - KTM: 6
14.  Adrian Cruces (Spanyol) - CIP Green Power - KTM: 6
15.  Joel Kelso (Australia) - GRYD MLav Racing - Honda: 6
16.  Hakim Danish (Malaysia) - Frinsa MT Helmets MSI - KTM: 6
17.  Scott Ogden (Inggris) - CIP Green Power - KTM: 4
18.  Eddie O'Shea (Inggris) - GRYD MLav Racing - Honda: 2
19.  Ryusei Yamanaka (Jepang) - Frinsa MT Helmets MSI - KTM: 2 

(sumber: motogp, bola.net, CNN Indonesia)

Berita terkait

CooSAE Dorong Alpukat Hass Jadi Komoditas Premium Pengganti Dominasi Apel dan Jeruk

CooSAE Dorong Alpukat Hass Jadi Komoditas Premium Pengganti Dominasi Apel dan Jeruk

Batu– Spektroom: Upaya diversifikasi komoditas pertanian di Kota Batu terus digencarkan. CooSAE (Cooperative Smart Agriculture Ecosystem) kini mendorong pengembangan Alpukat Hass sebagai komoditas premium yang diproyeksikan mampu menjadi penyeimbang, bahkan pengganti dominasi apel dan jeruk yang selama ini menjadi ikon daerah. CEO CooSAE Batu, Rakhmad Hardiyanto, atau yang akrab disapa

Buang Supeno
IUP Habis, Dua Tambang Batu Bara di Sawahlunto Tutup: Sinyal Keras untuk Tata Kelola dan Ketahanan Energi Daerah

IUP Habis, Dua Tambang Batu Bara di Sawahlunto Tutup: Sinyal Keras untuk Tata Kelola dan Ketahanan Energi Daerah

Sawahlunto-Spektroom : Lanskap industri batu bara di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kembali bergeser. Dua perusahaan tambang, PT Miyor Prima Coal dan PT Guguak Tinggi Coal, resmi menghentikan seluruh operasionalnya sejak April 2026. Penutupan ini bukan sekadar dinamika bisnis biasa, melainkan sinyal keras atas semakin ketatnya tata kelola sektor pertambangan di Indonesia.

Riswan Idris