Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Berstandar Internasional

Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi Capai 75 Persen, Berstandar Internasional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. (foto diskominfo Banyuwangi)

Banyuwangi-Spektroom : Sekolah Rakyat yang sedang dibangun di Banyuwangi berada di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Saat ini proses belajar mengajar sekolah rakyat di Banyuwangi sementara menempati dua lokasi, yakni di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi di Kecamatan Licin, dan di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar.  

"Saya sudah meninjau progres pembangunannya. Saat ini pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi telah mencapai 75 persen. Semoga seluruh pekerjaan berjalan tepat waktu dan segera bisa digunakan untuk anak-anak," ujar kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (8/6/2026). 

Sekolah tersebut berdiri di atas lahan 7 hektar milik Pemkab Banyuwangi dan dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep sekolah modern berstandar internasional. Kawasan pendidikan tersebut mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah SD, SMP, SMA masing-masing dua lantai, asrama putra-putri tiap jenjang, serta rusun guru. Kemudian ada gedung serbaguna, masjid, gedung ibadah, dapur. Lengkap dengan kantin SD, kantin SMP, kantin SMA, dan guest house.

Selain itu, tersedia lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, rumah genset, TPS, Green House, rumah pompa, gudang perawatan, pos jaga, instalasi limbah dapur, parkir mobil, parkir motor, gerbang dan signage.

"Semoga segera bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak," ujar Ipuk.

Manajemen Konstruksi proyek, Johansyah, mengatakan percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Juni mendatang.

Menurutnya, total ruang belajar yang dibangun mencapai 38 rombongan belajar, terdiri atas 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan 9 rombel SMA.

"Sampai hari ini progresnya sudah 77 persen. Bangunan seperti asrama, gedung, dan fasilitas penunjang sekarang untuk masing-masing pekerjaan ini kurang lebih progresnya di 75 sampai 80 persen. Target kami bulan ini selesai," kata Johan. (*)

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas
ссс