Trending

Pembentukan Perda Bernuansa Agama di Gorontalo, Diharapkan Mampu Selesaikan Masalah Yang Tidak Pernah Tuntas

Pembentukan Perda Bernuansa Agama di Gorontalo, Diharapkan Mampu Selesaikan Masalah Yang Tidak Pernah Tuntas
Ketua Sidang Uji Kompetensi Doktor Ilmu Hukum Prof Dr.Hambali Thalib menyerahkan Tanda Lulus Doktor Ilmu Hukum ke Nuvazria Achir. ( Foto Spektroom/ Yahya )

Spektroom - Penyusunan peraturan perundang- undangan adalah proses yang sangat penting dalam sistim hukum guna menciptakan masyarakat adil dan tertib.

Tehnik membuat perundang-undangan ini harus mengutamakan prinsip dasar seperti legalitas, kejelasan, akuntabilitas, keadilan dan mempertimbangkan kebutuhan sosial, ekonomi serta lingkungan.

Prinsip ini penting agar menghasilkan produk hukum yang efektif dan responsif terhadap dinamika masyarakat.

Hal itu di ungkapkan Promovenda Nuvazria Achir dalam disertasinya tentang Hakikat pembentukan peraturan daerah bernuansah agama dan nilai kearifan lokal, studi kasus di Provinsi Gorontalo, ketika mengikuti Gelar uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu hukum pada Program pascasarjana UMI Makasar di Ruang PPJ Kampus Pascasarjana UMI Makassar, Senin (9/2/2026).

Gelar uji kompetensi dipimpin Rektor UMI Makassar Prof Dr H.Hambali Thalib SH.MH, dengan penyanggah Prof Dr.H.Syahrddin Nawi SH.MH, Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M.Hum dan Dr.Arifin SE.M.P.

Promovenda Nuvazria Achir dibimbing Promotor Utama Prof Dr.H.Andi Muin Fahmal SH. MH, Promotor 1 Prof Dr.Abdul Rahman SH.,MH dan Dr.Ilham Abbas sebagai Promotor 2.

Lebih lanjut Nuvazria Achir mengungkapkan selain itu metode seperti legal drafting, analisis hukum perbandingan, pendekatan partisipatif dan analisis dampak regulasi perlu diterapkan guna memastikan relevansi dan kualitas undang-undang.

Dalam kaitan dengan pembentukan Perda bernuansa Agama di Gorontalo
Nuvazria Achir yang juga dosen Universitas Negeri Gorontalo mengungkapkan, karena terjadinya kegagalan pemerintah pusat dalam menyelesaikan permasalahan baik sosial, politik dan ekonomi di negara ini.

Oleh karena itu perda keagamaan dipandang sebagai sebagai satu-satunya solusi permasalahan yang selama ini tidak bisa diselesaikan.

Karena itu Nuvazria Achir yang berhasil meraih nilai Pujian , berharap pemda perlu melakukan pengembangan dan penggalian potensi nilai dan prinsip masyarakat lokal guna mewujudkan ketertiban dan kesejahteraan yang dituangkan dalam regulasi di daerah, termasuk memperkuat eksistensi lembaga adat dalam pelestarian nilai budaya serta penyelesaian konflik masyarakat yang secara eksplisit keberadaannya dirumuskan dalam peraturan daerah.

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles