Pemeliharaan Udang Vaname Dapat Tingkatkan Devisa Negara dan Kesejahteraan Petani Tambak

Pemeliharaan  Udang Vaname Dapat Tingkatkan  Devisa Negara dan Kesejahteraan Petani Tambak
Syarifuddin menerima tanda lulus Doktor Ilmu Perikanan dari Ketua Tim Penguji Direktur PPs UMI Prof Dr.H.La Ode Husen SH.,M.Hum ( Pascasarjana UMI )

Makassar - Spektroom : Berternak Udang Vaname membawa dampak signifikan untuk peningkatan Devisa negara dan kesejahteraan petani tambak. Pengelolaan sumber daya alam pesisir dan laut dapat menciptakan perubahan dan pertumbuhan yang bersifat multidimensional dan berkelanjutan. Salah satunya pemanfaatan sumber daya alam kawasan.pesisir yaitu pembangunan atau pembuatan tambak.

Hal ini di ungkapkan Promovendus Syarifuddin dalam disertasinya tentang Strategi Pengelolaan tambak udang Vanname (Litopenaeus vannamei ) secara berkelanjutan di pesisir Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros,saat mengikuti uji Kompetensi untuk.meraih gelar Doktor Ilmu Perikanan pada Program Pascasarjana PPs umi makasar yang dipimpin Direktur PPs UMI Prof Dr.H
La Ode Husen SH. M.Hum,di Kampus PPs umi Urip Sumoharjo makasar Sabtu (22/8/ 2026).

Menurutnya , Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki panjang garis pantai sekitar 81 Ribu kilometer sebagai kawasan pesisir yang memiliki potensi sumber daya hayati yang melimpah dan sangat penting artinya sebagai aset untuk pembangunan nasional.

Hadirnya UU no 32 tahun 2004 memberi peluang bagi Kabupaten/ Kota dan Provinsi untuk mengelolah pesisir dan laut dengan seluruh kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya.


Gelar Uji kompetensi menghadirkan Penyanggah seperti Dr.Ir Hj. Hadijah.MP.,Dr.Ikhsan Wamnebo S.Pi.M.Si.,Prof Dr.Ir Andi Tamsil MP.,Prof Dr.Ir H.Muhammad Kasnir M.Si,.Dr.Ir Andi Indra Jaya Asaad M.Si sebagai Penguji Eksternal Kepala Balai Besar Perikanan Pantai dan Penyuluhan Perikanan Maros dan Prof Dr.Darwis Lannai,SE.MM.,Ak.CA.

Promovendus Syarifuddin dalam menyelesaikan Disertasinya di bimbing Prof Dr.Ir.Jayadi MP sebagai Promotor dan Prof Dr.Ir Hj.Harlina MP dan Prof Dr.Ir Hasnidar Yasin M.S.,IPM masing- masing sebagai Promotor 1 dan 2.

Menurut Promovendus Syarifuddin penataan ruang tambak merupakan suatu tindakan yang strategis yang dapat di inplementasikan dalam bentuk Rencana Umum Ruang Wilayah Pesisir RUTRW yang memuat info dan data yang akurat dah terukur sehingga pemanfaatan wilayah pesisir sebagai tambak nantinya dapat berjalan dengan terencana,terpadu dan efektif serta berkelanjutan

Diakui, luas tambak di kawasan pesisir Indonesia sekitar 1 koma 3 Juta Hektar,dimana selama ini pemanfaatan tambak dari aspek ekonomi memiliki nilai strategi dalam penyediaan pangan dunia melalui budidaya perikanan untuk meningkatkan nilai expor perikanan,meski demikian dari aspek ekologi terjadi kerusakan.


Tingginya permintaan komoditas udang untuk ekspor,menjadikan Indonesia salah Satu dari 5 produsen udang terbesar di dunia yang merupakan peluang besar untuk terus mendorong peningkatan produksi udang di Indonesia. Hampir semua petani tambak orientasinya ke udang vaname

Berita terkait

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto