Trending

Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional
Menkop saat mengukuhkan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Bali di Bali, Senin malam ( Humas Kemenkop)

Denpasar – Spektroom :  Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) Ferry Juliantono menegaskan,  Pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen penting perekonomian nasional lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mulai dari pembentukan badan usaha hingga pembangunan fisik dan pengoperasiannya. Penegasan tersebut disampaikan saat  mengukuhkan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Bali di Bali, Senin malam (2/11/2026).

Pada kesempatan tersebut, Ferry juga turut mengajak para alumni dan civitas akademika UNPAD agar terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

Lebih lanjut Fery mengatakan,  bahwa pengukuhan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun kolaborasi antar alumni. Ia mengapresiasi para pengurus yang, meski berasal dari latar belakang profesi dan fakultas berbeda, berhasil membentuk kepengurusan di Bali.

“IKA UNPAD Bali diharapkan menjadi ruang bagi alumni untuk saling mengenal, membangun jejaring, dan mengembangkan kolaborasi, mulai dari hal sederhana seperti acara kumpul-kumpul, saling membantu sesama alumni, hingga menyusun program kerja bersama,” ucapnya.

Sebagai wujud kontribusi tersebut, Ferry mengumumkan bantuan dua unit alat pengolah limbah plastik. Program ini akan melibatkan organisasi masyarakat adat. Bersama Kementerian Koperasi, pihaknya akan mendorong pembentukan koperasi masyarakat adat di Bali untuk menjalankan pemilahan limbah plastik.

Setelah dipilah, limbah plastik akan diolah menggunakan unit pirolisis menjadi bahan bakar jenis solar. “Program ini diharapkan dapat menjawab dua persoalan sekaligus, yakni masalah sampah plastik dan antrean bahan bakar minyak (BBM) di Bali,” kata Ferry.

Rektor UNPAD Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan bahwa universitas tidak akan maju tanpa alumni yang kuat, merujuk pada contoh perguruan tinggi seperti Harvard dan MIT. Ia menilai kepemimpinan Ferry membuat IKA UNPAD kian kuat dengan hadirnya kepengurusan di berbagai provinsi.

“UNPAD kini memiliki sekitar 40.000 mahasiswa dan 400.000 alumni. Di tingkat nasional, UNPAD berada di urutan keenam dari sekitar 4.000 perguruan tinggi di Indonesia. Kampusnya kini tersebar di Bandung, Jatinangor, Pangandaran, dan Jakarta,” ucapnya.

Arief menambahkan sejumlah alumni yang berkiprah di Bali, di antaranya Direktur RS Sanglah, rumah sakit vertikal terbesar di Indonesia, serta Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar. Ia juga menyebut Ferry sebagai alumni yang kini menjadi menteri.

Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Ekonomi dan Keuangan, I Wayan Eka Dina, menyambut baik kehadiran Unpad dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan dunia akademis. “Unpad menjadi mitra strategis di sejumlah bidang, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan SDM, penguatan riset dan inovasi daerah, pengembangan ekonomi dan kewirausahaan melalui hilirisasi hasil penelitian, peningkatan daya saing dunia usaha, serta pelestarian budaya dan lingkungan Bali,” ucapnya.

Berita terkait

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Bandarlampung - Spektroom: Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yanyan Ruchyansah pukul 08.00, Selasa 3 November 2026, diagendakan memimpin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Pembahasan Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia

Anggoro AP
2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas