Pemerintah Kebut Huntara di Kabupaten Limapuluh Kota
Spektroom - Pemerintah percepat pembangunan hunian sementara (Huntara) untuk pengungsi korban bencana tanah gerak di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Sestama BNPB), Rustian saat mengunjungi lokasi Huntara, Selasa (6/1/2026) menegaskan, pembangunan Huntara telah dimulai sejak 10 Desember 2025 dan ditargetkan tuntas dalam dua pekan ke depan. Saat ini, dari 60 unit Huntara yang didirikan, baru terbangun 20 unit.
"Masyarakat tidak boleh berlama-lama di tenda pengungsian atau tinggal di masjid dan sekolah. Sebelum Ramadan sudah harus di Huntara," ucapnya.
Untuk percepatan pembangunan Huntara, Rustian menginstruksikan penambahan tukang. Kemudian mempercepat suplai material. "Tukang harus ditambah supaya cepat penyelesaiannya," ujarnya.
Menurut Rustian, Huntara disediakan untuk warga yang rumahnya rusak berat. Mereka akan dipindah ke hunian tetap (Huntap) yang juga segera dimulai pembangunannya.
Sementara untuk warga yang tidak mendapat Huntara mendapat bantuan dana tunggu hunian (DTH). Nominalnya Rp600 ribu selama tiga bulan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang mengatakan, pemerintah daerah menyediakan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap). Luas lahan yang disediakan mencapai 5,5 hektare.
"Ninik mamak sudah menghibahkan tanah. Lahan itu nantinya dibangun Huntap yang akan ditempati warga terdampak," tuturnya.
Sebelumnya, bencana tanah gerak terjafi di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota pada 24 November 2025 lalu. Akibat bencana dimaksud terdapat 386 rumah rusak dengan kategori ringan hingga berat. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.