Pemkab Bondowoso Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2027
Bondowoso-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di pendopo Raden Bagus Assra Bondowoso, Senin, (30/03/2026). Agenda strategis ini menjadi wadah krusial dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah yang partisipatif dan akuntabel guna mewujudkan visi Bondowoso yang berkelanjutan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) kabupaten Bondowoso Dr. Anisatul Hamidah, S.Ag., S.H., M.Si., M.Kn., dalam laporannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Musrenbang ini didasarkan pada landasan hukum yang kuat, diantaranya UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
“Pelaksanaan forum ini bertujuan untuk menyepakati permasalahan mendasar daerah, menetapkan prioritas pembangunan, serta menyelaraskan program kerja kabupaten dengan prioritas Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.
Partisipasi Luas dan Serapan Aspirasi Masyarakat Kegiatan ini diikuti oleh total 415 peserta yang hadir baik secara luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring). Peserta terdiri dari berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bakorwil V Jember, Pimpinan dan Komisi DPRD Kabupaten Bondowoso, hingga perangkat daerah, camat, serta kepala desa dan lurah.
Dalam prosesnya, Musrenbang RKPD 2027 telah melalui rangkaian tahapan panjang yang dimulai sejak Januari 2026 melalui Musrenbang Desa/Kelurahan. Tercatat, sebanyak 689 usulan dijaring dari Musrenbang Kecamatan, yakni 249 usulan telah disepakati untuk ditindaklanjuti. Selain aspirasi kewilayahan, terdapat pula 979 usulan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang telah diinput melalui sistem SIPD RI.
Dengan semangat "Bondowoso Berkah" dan nilai-nilai "BerAKHLAK" (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), pemerintah berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat menjawab tantangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Kepala Biro Kesra Pemprov Jatim, Dr. Agung Subagyo, S.STP., M.Si, menekankan pentingnya kolaborasi dengan kabupaten sekitar untuk memastikan keberhasilan pembangunan regional. Agung Subagyo menambahkan dalam menjalankan pembangunan perlu adanya sinergi dengan kabupaten sekitar, untuk itu dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD tahun 2027 ini juga dihadiri oleh Perwakilan dari Kabupaten Jember, Situbondo dan Banyuwangi.
Sementara Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menegaskan pentingnya penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan berbasis pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menetapkan arah pembangunan tahun 2026 dengan tema “Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi dan Kemandirian Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan”. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang tangguh, unggul, dan berdaya saing global.
Capaian Positif Indikator Makro Kabupaten Bondowoso menunjukkan tren ekonomi yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 tercatat mengalami percepatan hingga 5,32 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,87 persen. Peningkatan ini juga diikuti dengan perbaikan standar hidup masyarakat yang tecermin dari kenaikan PDRB ADHB per kapita yang mencapai Rp35,87 juta pada tahun 2025.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimis bahwa melalui kolaborasi seluruh pihak dan pemanfaatan potensi lokal secara inovatif, kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat secara berkelanjutan.