Pemkab Karimun Targetkan Angka Stunting dapat Terus Ditekan Hingga Menyentuh Level Nol Persen
Karimun-Spektroom : Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah membuka kegiatan Orientasi 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu se-Pulau Kundur, Karimun, Selasa (4/8/2026).
Melalui Gerakan Intervensi Serentak Cegah Stunting Bersama Kader Posyandu dan Dukungan Penuh PT Saipem Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun sangat serius dalam menekan angka stunting hingga menyentuh level nol persen.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun per Juni 2026, dari hasil penimbangan dan pengukuran masif terhadap 11.297 balita, tercatat persentase prevalensi stunting berada di angka 7,57% (sebanyak 855 anak).
Dalam acara Orientasi 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Wilayah Pulau Kundur yang dipusatkan di Kampung Kebun Pinang, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Selasa(4/8/2026), Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memaparkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, melainkan membutuhkan kerja keras lintas sektoral, termasuk pihak swasta.
“Alhamdulillah, kita bisa bersilaturahmi hari ini dengan satu tekad stunting di Kabupaten Karimun harus mencapai angka nol. Namun, intervensinya harus komprehensif. Kita ini daerah pesisir yang kaya akan ikan, tetapi masalahnya ada pada kemiskinan dan daya beli keluarga prasejahtera untuk mengakses gizi tersebut,” tegas Bupati.

Selain menyoroti faktor penyebab, Bupati Iskandarsyah juga memberikan instruksi tegas kepada para kader Posyandu. Beliau meminta agar para kader benar-benar teliti dan akurat dalam melakukan pengecekan serta pengukuran tumbuh kembang anak di lapangan.
“Pengecekan dan pengukuran ini sangat krusial. Saya minta ibu-ibu kader melakukannya dengan sungguh-sungguh dan teliti, karena data yang dikumpulkan ini akan langsung terintegrasi dan menjadi database nasional yang menentukan arah kebijakan pemerintah,” pesannya.
Selain menghadiri orientasi kader Posyandu, Iskandarsyah juga meninjau kondisi kesehatan anak-anak di SD Negeri 003 dan SD Negeri 004 Kundur.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pemantauan kesehatan anak berjalan berkelanjutan sejak usia balita hingga memasuki usia sekolah.