Trending

Pemkab Merauke Resmikan SPBU Khusus Petani Di Kampung Amunkai

Pemkab Merauke Resmikan SPBU Khusus Petani Di Kampung Amunkai
Acara peresmian SPBU khusus petani di Merauke. (foto: humas pemkab.Merauke)

Merauke-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Merauke meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus yang melayani kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bagi petani di Kampung Amunkai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Jumat 25 September 2026.

SPBU tersebut disebut menjadi yang pertama di Indonesia yang secara khusus diperuntukkan bagi petani, dimana kehadirannya merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Pertanian ke Kabupaten Merauke pada 4 Juli 2026 lalu, ketika itu para petani menyampaikan aspirasi agar tersedia SPBU khusus untuk mendukung aktivitas pertanian.

Bupati Kabupaten Merauke Yoseph Bladip Gede dalam sambutannya mengatakan keberadaan SPBU khusus petani menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah dalam menekan biaya produksi pertanian yang terus meningkat.

"Ini bukti bahwa pemerintah memperhatikan petani. Kita memulai dari wilayah paling timur Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Kabupaten Merauke yang ditetapkan sebagai salah satu sentra produksi pangan. Karena itu, dukungan terhadap petani dinilai penting, termasuk dalam penyediaan BBM yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi,"ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Merauke juga telah mengusulkan pembangunan sekitar 15 SPBU khusus petani di wilayah tersebut. Dengan demikian,SPBU di Kampung Amunkai menjadi tahap awal dan diharapkan diikuti pembangunan SPBU lainnya secara bertahap.

"Kita telah mengusulkan kurang lebih 15 SPBU yang siap kita usulkan. Jadi ini yang pertama, kemungkinan nanti ada berikutnya sampai 15 buah di Kabupaten Merauke," ungkap Yoseph.

Bupati Merauke mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan penyalahgunaan maupun permainan dalam penyaluran BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi petani.

"Jangan lagi ada permainan BBM. Kalau kita temukan seperti itu, saya samakan dengan kejahatan terhadap negara, kejahatan terhadap petani," tegasnya.

SPBU khusus petani yang dikelolah pihak swasta sebagai operatornya dengan menggunakan standart harga BBM bersubsidi, sehingga diharapkan dapat menjangkau kebutuhan petani guna keknacaran usahanya.

Berita terkait

Hadapi Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih, Polres SBB Siagakan Empat Armada Multifungsi

Hadapi Ancaman Karhutla dan Krisis Air Bersih, Polres SBB Siagakan Empat Armada Multifungsi

Seram Bagian Barat–Spektroom : Polres Seram Bagian Barat (SBB), Polda Maluku, menyiagakan empat unit armada multifungsi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus membantu distribusi air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini menjadi upaya konkret kepolisian dalam mengantisipasi risiko kebakaran dan dampak musim kering yang dapat mengganggu

Eva Moenandar, Rafles
Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kepemimpinan dalam memajukan desa dan kelurahan. Menurutnya, pemimpin yang inovatif dan dekat dengan warga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju, di rumah jabatan gubernur, Mahan Agung, Bandarlampung, Jumat

Anggoro AP
Berantas Narkoba di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemetaan Jalur Distribusi dan Penguatan Rehabilitasi

Berantas Narkoba di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemetaan Jalur Distribusi dan Penguatan Rehabilitasi

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan pengawasan peredaran narkotika hingga tingkat nagari, pemetaan jalur distribusi lintas daerah, serta peningkatan kapasitas rehabilitasi pengguna. Langkah terpadu tersebut dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Arahan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin Focus

Rafles