Trending

Pemkab Sijunjung Matangkan Strategi Rebut Kembali Predikat Kabupaten Informatif 2026

Pemkab Sijunjung Matangkan Strategi Rebut Kembali Predikat Kabupaten Informatif 2026
Kadis Kominfo Sijunjung, drg. Ezwandra, M.Sc, (Foto: Diskominfo Sjj)

Sijunjung–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung bergerak cepat memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel dengan menargetkan kembali raihan predikat Kabupaten Informatif pada Penilaian Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026.

Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Persiapan Penilaian Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 yang digelar di Ruang Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sijunjung, Rabu (10/6/2026). Rapat ini menjadi bagian dari upaya menghadapi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan strategis tersebut dihadiri para Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertindak sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pembantu, serta para Kepala Bagian (Kabag) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sijunjung.

Kepala Diskominfo Kabupaten Sijunjung, drg. Ezwandra, M.Sc, menegaskan bahwa upaya meningkatkan keterbukaan informasi publik bukan semata-mata untuk mengejar nilai dalam penilaian Komisi Informasi, melainkan bagian dari implementasi visi pembangunan daerah.

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan wujud nyata pelaksanaan Misi Ketiga RPJMD Kabupaten Sijunjung Tahun 2026, yakni memantapkan kualitas layanan publik yang akuntabel, transparan, dan berbasis digital.

"Keterbukaan informasi publik merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Karena itu, pencapaian predikat Informatif harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah," ujar Ezwandra dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan memperoleh predikat Informatif tidak dapat dibebankan hanya kepada Diskominfo sebagai PPID Utama, tetapi membutuhkan dukungan penuh dari seluruh OPD, bagian di lingkungan Setdakab, hingga pemerintah kecamatan.

Dalam rapat tersebut, Diskominfo Sijunjung juga memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik tahun 2025. Berdasarkan hasil evaluasi internal dan koordinasi dengan kepengurusan baru Komisi Informasi Sumatera Barat, sejumlah aspek yang masih menjadi kelemahan telah dipetakan untuk segera dibenahi.

Beberapa fokus utama yang menjadi perhatian meliputi penguatan pengelolaan informasi publik, peningkatan kualitas layanan informasi kepada masyarakat, optimalisasi dokumentasi publikasi, hingga penyempurnaan sistem pendukung keterbukaan informasi berbasis digital.

Langkah ini dinilai penting agar seluruh badan publik di lingkungan Pemkab Sijunjung mampu memenuhi indikator penilaian yang ditetapkan Komisi Informasi secara lebih maksimal.

Selain mendorong peningkatan aspek keterbukaan informasi yang bersifat informatif, Diskominfo juga menginstruksikan seluruh OPD untuk segera menyelesaikan penyusunan Daftar Informasi Publik yang Dikecualikan (DIK).

Penyusunan daftar tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang bertujuan memberikan kepastian mengenai informasi yang dapat diakses publik dan informasi yang dikecualikan sesuai ketentuan hukum.

Langkah ini dinilai strategis untuk meminimalkan potensi sengketa informasi di kemudian hari sekaligus memperkuat kepatuhan badan publik terhadap regulasi keterbukaan informasi.

Melalui berbagai langkah percepatan yang telah disiapkan, Pemkab Sijunjung optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik sekaligus merebut kembali predikat Kabupaten Informatif pada tahun 2026.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan transformasi digital yang tengah dijalankan pemerintah daerah guna menghadirkan layanan publik yang lebih terbuka, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan sinergi seluruh perangkat daerah, Kabupaten Sijunjung menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (Ris1)

Berita terkait

Kodam XII/Tpr Bongkar 12 Kasus Narkoba di Perbatasan, Sita 128 Kg Sabu Sepanjang 2026

Kodam XII/Tpr Bongkar 12 Kasus Narkoba di Perbatasan, Sita 128 Kg Sabu Sepanjang 2026

Kubu Raya – Spektroom : Kodam XII/Tanjungpura memperkuat pemberantasan narkotika dengan meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia serta membangun kesadaran prajurit agar terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Sepanjang 2026, Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia berhasil mengungkap 12 kasus narkoba dengan barang bukti lebih dari 128 kilogram sabu. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan

Apolonius Welly, Buang Supeno
Kapolda Kalbar Tekankan Kecepatan Ungkap Kejahatan, Kinerja Reserse Jadi Sorotan

Kapolda Kalbar Tekankan Kecepatan Ungkap Kejahatan, Kinerja Reserse Jadi Sorotan

Pontianak - Spektroom : Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menekankan profesionalisme, disiplin, dan kecepatan pengungkapan tindak pidana sebagai kunci menjaga keamanan masyarakat. Ia meminta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) meningkatkan kinerja agar setiap kasus kejahatan dapat ditangani secara responsif dan memberikan kepastian hukum. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda

Apolonius Welly, Buang Supeno
67 Mahasiswa Polije Diterjunkan ke Lima Desa, Perkuat Edukasi dan Intervensi Gizi di Jember

67 Mahasiswa Polije Diterjunkan ke Lima Desa, Perkuat Edukasi dan Intervensi Gizi di Jember

Jember - Spektroom: Sebanyak 67 mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) diterjunkan ke lima desa di Kecamatan Sukorambi selama 35 hari untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Manajemen Intervensi Gizi. Kegiatan ini diharapkan memperkuat edukasi gizi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi kesehatan keluarga. Serah terima peserta PKL berlangsung

Budi Sucahyono, Buang Supeno
Cegah Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Pemkot Ambon Luncurkan SI-BAILEO

Cegah Korupsi dan Kebocoran Anggaran, Pemkot Ambon Luncurkan SI-BAILEO

Ambon - Spektroom : Pemerintah Kota Ambon memperkuat pencegahan korupsi dan penyimpangan anggaran melalui peluncuran SI-BAILEO (Sinergitas Informasi Balai Audit, Monitoring, dan Evaluasi Online). Sistem pengawasan digital ini memungkinkan potensi penyimpangan terdeteksi lebih dini, mempercepat evaluasi program organisasi perangkat daerah (OPD), serta menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kepala Inspektorat

Eva Moenandar, Buang Supeno