Pemko Sawahlunto dan UMMY Solok Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat
Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi melalui penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok.
Kerja sama tersebut ditandatangani Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Rektor UMMY Solok Rica Mega Sari di Sawahlunto, Jumat (14/8/2026). Kolaborasi diarahkan untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, Pemko Sawahlunto dan UMMY membuka ruang lebih luas bagi pertukaran pengetahuan, penyusunan kajian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, pemerintah daerah terbuka terhadap perspektif dan masukan dari kalangan akademisi. Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi penting untuk memperkuat kualitas kebijakan sekaligus meningkatkan kinerja birokrasi.
“Kami terbuka terhadap masukan dan perspektif akademis. Kajian dari perguruan tinggi dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat kualitas kebijakan dan kinerja birokrasi,” ujar Riyanda.
Riyanda juga mendorong agar koordinasi antara Pemko Sawahlunto dan UMMY dilakukan secara lebih responsif dan adaptif. Program kerja sama, kata dia, perlu disusun berdasarkan persoalan dan kebutuhan riil daerah.
“Yang terpenting, kerja sama ini jangan berhenti pada penandatanganan. Harus ada program, kajian, pendampingan dan tindak lanjut yang terukur sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mendukung pembangunan Sawahlunto,” katanya.»
Rektor UMMY Solok Rica Mega Sari menyambut baik kerja sama dengan Pemerintah Kota Sawahlunto tersebut. Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. UMMY memiliki komitmen untuk berkontribusi melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk memberikan dukungan akademis terhadap kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Rica.
Ia mengatakan, kolaborasi dengan pemerintah daerah memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan akademis di tengah masyarakat. Sebaliknya, persoalan yang ditemukan di lapangan juga dapat menjadi bahan bagi perguruan tinggi untuk menghasilkan penelitian yang lebih kontekstual.
“Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan kegiatan yang konkret dan berkelanjutan. Apa yang menjadi kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat dapat menjadi bagian dari kajian maupun pengabdian yang dilakukan oleh UMMY,” katanya.
Rica menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi penting untuk membangun ekosistem pembangunan yang berbasis pengetahuan. Pendekatan tersebut memungkinkan kebijakan dan program pemerintah mendapatkan dukungan dari perspektif akademis sekaligus data dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi pemerintah daerah, keberadaan perguruan tinggi bukan hanya sebagai mitra dalam pengembangan pendidikan, tetapi juga sumber pengetahuan yang dapat membantu mengidentifikasi persoalan, menyusun alternatif kebijakan, serta mengevaluasi efektivitas program pembangunan.
Sementara bagi UMMY, kerja sama tersebut membuka kesempatan memperluas implementasi tridarma perguruan tinggi dengan menjadikan Sawahlunto sebagai salah satu ruang pengabdian, penelitian, dan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, kedua pihak diharapkan dapat menerjemahkan perjanjian tersebut ke dalam program kerja yang memiliki target, indikator capaian, serta mekanisme evaluasi yang jelas.
Dengan pendekatan tersebut, sinergi Pemko Sawahlunto dan UMMY diharapkan mampu menghasilkan kolaborasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan sumber daya manusia, penelitian berbasis kebutuhan daerah, dan pemberdayaan masyarakat. (Ris1)