Pemkot Ambon mempercepat Transformasi 23 Puskesmas BLUD, SDM Jadi Prioritas
Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon terus mempercepat transformasi 23 puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Di balik perubahan sistem tersebut, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama agar setiap puskesmas mampu mengelola layanan dan keuangan secara profesional, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (17/07/2026) mengatakan transformasi BLUD tidak hanya memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan, tetapi juga mendorong setiap puskesmas menjadi lebih mandiri dalam mengembangkan pelayanan kesehatan.
Ia menjelaskan, sebelum diterapkan secara menyeluruh, status BLUD lebih dulu diberikan kepada Puskesmas Hutumuri dan Klinik Mata Kota Ambon yang telah menjalankannya selama sekitar dua tahun. Sementara itu, 21 puskesmas lainnya resmi berstatus BLUD sejak Oktober tahun lalu, sehingga kini seluruh 23 fasilitas kesehatan tersebut menjalankan sistem yang sama.
Menurut Johan, dengan status BLUD setiap puskesmas memiliki kewenangan lebih luas dalam mengelola anggaran, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, hingga mempercepat proses pengadaan alat kesehatan maupun kebutuhan pelayanan lainnya sesuai regulasi yang berlaku.
Meski demikian, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kapasitas SDM. Sebagian besar aparatur puskesmas merupakan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat yang belum terbiasa dengan sistem administrasi dan pengelolaan keuangan berbasis BLUD.
"Kami terus melakukan sosialisasi dan pendampingan karena sebagian besar SDM di puskesmas adalah tenaga kesehatan. Mereka belum terbiasa mengelola administrasi dan keuangan BLUD, sehingga perlu diberikan pemahaman secara bertahap agar mampu menjalankan sistem ini dengan baik," ujar Johan.
Ia menegaskan, proses pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh puskesmas memiliki kemampuan mengelola anggaran secara mandiri. Dengan tata kelola yang semakin baik, pelayanan kepada masyarakat diyakini akan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkualitas.
Selain mempercepat pengadaan alat dan bahan medis, kemandirian BLUD juga membuka peluang bagi puskesmas untuk menghadirkan berbagai layanan kesehatan baru sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
"Yang terpenting adalah puskesmas memiliki kemampuan mengelola anggaran secara baik. Dengan begitu mereka bisa mengembangkan pelayanan, menjalin kerja sama, melakukan pengadaan sendiri, hingga menghadirkan layanan-layanan baru yang dibutuhkan masyarakat tanpa harus selalu bergantung pada mekanisme yang panjang," katanya.
Pemkot Ambon optimis transformasi 23 puskesmas BLUD yang dibarengi dengan penguatan SDM akan menjadi fondasi lahirnya pelayanan kesehatan yang lebih cepat, transparan, dan profesional. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar yang semakin mudah diakses, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah Kota Ambon.(EM)