Pemkot Depok Hadirkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal

Pemkot Depok Hadirkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal
Launching Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (Foto: Diskominfo Depok).

Depok -Spektroom: Walikota Depok Supian Suri meluncurkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 6 standar pelayanan minimal (SPM) Se kecamatan Cinere di Posyandu Seruni RW 03 Kelurahan Pangkalan Jati.

Pelayanan tersebut di antaranya Kartu Indentitas anak (KIA), Kartu indentitas kependudukan (IKD) & Cek kesehatan gratis (CKG) dari Dinasti Kesehatan (Diskes) meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolestrol.

Tidak hanya itu Pemkot Depok melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan keluarga berencana (DP3AP2KB) berkolaborasi dengan Forum Anak Kota Depok juga menghadirkan sistem edukasi mobil ramah anak yang dapat dimanfaatkan anak untuk bermain.

"Posyandu 6 standart pelayanan minimal untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih terintegrasi.mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan hingga pemantauan lingkungan tempat tinggal warga " Jelas Wali kota Depok Supian Suri.

Sementara Ketua tim pembina (TP) Posyandu Kota Depok Siti Barkah Hasanah, mengatakan peresmian di tandai dengan penandatanganan prasasti yang bertempat di RW 03 Kelurahan Pangkalan Jati Baru Kecamatan Cinere.

Empat posyandu yang diresmikan yaitu posyandu Seruni, Posyandu Teratai RW 11 Posyandu Krismaya RW 07 dan posyandu Dahlia RW 08 Kelurahan Cinere.

"Posyandu yang diresmikan tersebut akan menerapkan standar pelayanan minimal pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan Trantibun Linmas " Ujar Siti.

Berita terkait

Kehadiran Konsultan  Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Solusi Pembangunan di NTB

Kehadiran Konsultan Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan Solusi Pembangunan di NTB

Mataram-Spektroom : Wakil Menteri PKP RI, Fahri Hamzah, menilai dunia konsultasi harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Menurutnya, konsultan tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan proyek, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan. “Kita harus menjadi pemikir. Konsultan harus memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kuat,

Marsam Putrangga, Anggoro AP