Trending

Pemkot Pekalongan Uji Coba Parkir QRIS, Transaksi Nontunai Ditarget Berlaku Penuh 1 Juni

Pemkot Pekalongan Uji Coba Parkir QRIS, Transaksi Nontunai Ditarget Berlaku Penuh 1 Juni
Pemkot Pekalongan menguji coba sistem pembayaran parkir berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Jumat, 15 Mei 2026,(Foto: Sigit)

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kota Pekalongan mulai mengakselerasi digitalisasi layanan publik melalui uji coba sistem pembayaran parkir berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pekalongan, Sugiyo, mengatakan implementasi QRIS bukan sekadar mengikuti tren digital, melainkan upaya konkret memperbaiki tata kelola retribusi daerah.

Menurutnya, sistem pembayaran parkir digital akan memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus membantu juru parkir bekerja lebih praktis dan tertib administrasi.

“Jadi lebih gampang. Tidak perlu menggunakan uang kartal atau uang fisik,” ujar Sugiyo, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, pembayaran nontunai diterapkan untuk meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, dan transparansi pengelolaan retribusi parkir. Selain itu, sistem tersebut dinilai mampu meminimalisir potensi kesalahan pencatatan hingga kebocoran pendapatan daerah.

Pada tahap awal, uji coba difokuskan di dua kawasan strategis, yakni Alun-Alun Kota Pekalongan dan Lapangan Mataram. Sebelumnya, pembayaran retribusi parkir di wilayah tersebut masih didominasi transaksi tunai.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, M. Restu Hidayat, mengungkapkan program pembayaran parkir berbasis QRIS telah diluncurkan sejak 12 Mei 2026.

Sebanyak 27 juru parkir disiapkan untuk mendukung implementasi program tersebut. Seluruh juru parkir yang terlibat telah didata dan difasilitasi rekening Bank Jateng beserta kode QRIS masing-masing.

“Pengguna cukup scan barcode menggunakan aplikasi pembayaran digital seperti m-banking, ShopeePay, DANA, OVO, dan lainnya. Dana akan langsung masuk ke rekening juru parkir,” jelas Restu.

Menurutnya, saat ini program masih dalam tahap sosialisasi dan uji coba lapangan guna memastikan kesiapan sistem maupun sumber daya manusia.

Masa uji coba direncanakan berlangsung sekitar dua minggu dengan target implementasi penuh mulai 1 Juni 2026.

“Selambat-lambatnya 1 Juni itu sudah diberlakukan. Saat ini masih dalam proses uji coba baik sistem maupun di lapangan,” katanya.

Pemkot Pekalongan optimistis, apabila implementasi di dua titik awal berjalan sukses, sistem pembayaran parkir digital akan diperluas ke berbagai kantong parkir lainnya di Kota Pekalongan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.

Berita terkait

Ketua PODSI Sulsel:  Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Ketua PODSI Sulsel: Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Makasar-Spektroom : Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Selatan, Dr H Alimuddin, SH, MH, M.Ken, mengingatkan atlet dayung yang akan berlaga pada Porprov Sulsel 2026 agar tampil tangguh, maksimal, dan menjunjung tinggi sportivitas. Pesan tersebut disampaikan Alimuddin pada rapat persiapan panitia cabang olahraga dayung di Sekretariat

Yahya Patta, Rafles
Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Gubernur Mirza Hari Ini Lantik Bupati Lampung Tengah dan Wagub Jihan Ikuti Rakor PJU di Jakarta

Bandarlampung - Spektroom: Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yanyan Ruchyansah pukul 08.00, Selasa 3 November 2026, diagendakan memimpin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lampung mengikuti secara virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, yang dirangkai dengan Pembahasan Kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia

Anggoro AP
Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Pemerintah Jadikan  Koperasi Sebagai Instrumen Penting Perekonomian Nasional

Denpasar – Spektroom :  Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) Ferry Juliantono menegaskan,  Pemerintah menjadikan koperasi sebagai instrumen penting perekonomian nasional lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mulai dari pembentukan badan usaha hingga pembangunan fisik dan pengoperasiannya. Penegasan tersebut disampaikan saat  mengukuhkan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Bali di

Nurana Diah Dhayanti