Pemkot Sawahlunto Perkuat Kolaborasi dengan BPOM, Komitmen Tingkatkan Pengawasan dan Edukasi Keamanan Pangan

Pemkot Sawahlunto Perkuat Kolaborasi dengan BPOM, Komitmen Tingkatkan Pengawasan dan Edukasi Keamanan Pangan
Sekdako Sawahlunto, Rovanly Abdams. (Foto: Diskominfo Swl)

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengoptimalkan pengawasan serta edukasi keamanan pangan. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memastikan pangan yang beredar aman, sehat, dan bermutu.

Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Gerakan Optimalisasi Keamanan Pangan yang diselenggarakan bersama BPOM Lokal Sijunjung di Balai Kota Sawahlunto, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sawahlunto, Rovanly Abdams, yang menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, BPOM, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pengawasan pangan yang efektif dan berkelanjutan.

Menurut Rovanly, forum monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus merumuskan langkah-langkah peningkatan pengawasan keamanan pangan di Kota Sawahlunto.

"Pemerintah Kota Sawahlunto terus memperkuat pendekatan berbasis komunitas. Kami melibatkan sekolah, perangkat pemerintah hingga kelompok-kelompok masyarakat dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pengawasan keamanan pangan," ujar Rovanly Abdams.

Ia menjelaskan, pendekatan berbasis komunitas dipilih karena dinilai mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Melalui keterlibatan berbagai elemen, mulai dari institusi pendidikan, aparatur pemerintahan hingga organisasi kemasyarakatan, edukasi mengenai keamanan pangan diharapkan dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Rovanly menilai partisipasi aktif masyarakat merupakan faktor utama dalam menciptakan budaya konsumsi pangan yang aman. Kesadaran masyarakat untuk memilih, mengolah, dan mengonsumsi makanan yang memenuhi standar keamanan akan menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai risiko kesehatan akibat pangan yang tidak layak konsumsi.

Dengan meningkatnya literasi masyarakat mengenai keamanan pangan, diharapkan setiap keluarga mampu menjadi agen pengawasan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan sistem keamanan pangan yang kuat dan berkelanjutan," tegasnya.

Sekda Sawahlunto optimistis model kerja kolaboratif bersama BPOM akan memperluas cakupan pengawasan di lapangan sekaligus mempercepat penyebaran informasi mengenai keamanan pangan hingga ke tingkat lingkungan terkecil.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap berbagai potensi penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan maupun peredaran produk yang tidak memenuhi standar dapat dicegah sejak dini.

Ke depan, Pemerintah Kota Sawahlunto memastikan kerja sama dengan BPOM, dunia pendidikan, perangkat pemerintah, serta berbagai komunitas masyarakat akan terus diperkuat guna membangun sistem pengawasan pangan yang semakin efektif.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan pangan yang aman, sehat, bergizi, dan memenuhi standar keamanan, sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas. (Ris1)

Berita terkait

Pramono Anung Apresiasi Pameran Threads of Wax, Perkuat Hubungan Indonesia - Hungaria

Pramono Anung Apresiasi Pameran Threads of Wax, Perkuat Hubungan Indonesia - Hungaria

Jakarta – Spektroom : Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi penyelenggaraan pameran Threads of Wax yang digelar di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026). Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta sekaligus memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas