Pemprov Kepri Terus Memperkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota Memperluas Akses Ekonomi Nelayan
Tanjungpinang-Spektroom : Nelayan Kepulauan Riau (Kepri) pada umumnya bergerak di bidang penangkapan ikan dan budidaya perikanan, saat ini jumlah mencapai 72.210 orang nelayan. Karena itu pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program dan infranstruktur pendukung agar aktivitas nelayan semakin produktif dan berkelanjutan.
Ketika meresmikan tambatan perahu nelayan di Kelurahan Teluk Umah Kabupaten Karimun, Gubenur Kepri Ansar Ahmad menegaskan pembangunan sarana dan prasarana perikanan merupakan kebutuhan strategis bagi Propinsi Kepri yang memiliki karakteristik Wilayah Kepulauan Riau.
Pembangunan fasilitas Tambatan Perahu tersebut menggunakan dana APBD Kepri tahun anggaran 2025 menghabiskan biaya sebesar Rp.319 juta lebih, memiliki panjang trestle 59,69 meter dan lebar 1,5 meter.
“Propvisi Kepulauan Riau memiliki wilayah lautan dengan 98 %, Kita memiliki 2.028 pulau, 394 diantaranya berpenghuni dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara negara ASEAN seperti Singapura, Malyasia Veietnam dan Kambioja. Kondisi ini menjadikan sektor kelautan dan perikan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat,” ujar Gubernur Ansar Ahmad, Sabtu (30/5/2026)
Gubernur nenjelaskan Kepri berada dalam wilyah pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang memiliki potensi sumber daya ikan yang sasngat besar. Berdaraskan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 22 tahun 2022, wilayah tersebut memiliki potensi lestari sumber daya ikan mencapai 1,3 juta ton pertahun dengan jumlah tangkapan yang diperoleh sebesar 900 ribu ton pertahun.
“Potensi sebesar ini harus diimbangi penguatan teknologi penangkapan ikan, peningatan kualitas sumber daya manusia nelayan serta modernisasi armada perikanan agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” jelas Gubernur.

Kata Ansar keberdaan tambatan perahun diproyeksikan dapat melayani sekitar 100 unit kapal perikanan berukuran 1 hingga 5 GT (Gross Tonnage) yang selama ini di gunakan nelayan Teluk Umah untuk aktivitas penangkapan ikan berbagai jenis alat tangkap seperti jaring tenggiri, pancing, rawai dan alat tangkap lainnya.
“Fasilitas ini bukan sekedar infrastruktur fisik tetapi merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat nelayan, Dengan adanya tambatan perahu yang lebih layak, aktivitas bongkar muat hasil tangkapan dan mobilitas nelayan akan semakin mudah, aman, dan efesien,” harap Ansar.
Ditegaskannya, Pemprov Kepri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah Kabupaten/Kota dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyediakan sarana produksi perikanan serta memperluas akses ekonomi bagi nelayan.
“Kita ingin nelayan Kepri semakin maju, produktif dan sejahtera. Karena itu dukungan terhadap sektor kelautan akan terus menjadi perhatian pemerintah melalui pembangunan perikanan infrastruktur, bantuan sarana produksi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” tegasnya
Ansar berharap tambatan perahu yang telah dibangun tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi aktivitas di Kabupaten Karimun.
“Semoga tambatan perahu ini dapat dimanfaat secara optimal untuk nelayan kapal kapal perikanan, khusunya bagi nelayan Kelurahan Teluk Umah dan Kabupaten Karimun pada umunya. Infrastruktur yang dibangun melalui APBD Kepri menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah pesisir, kata Ansar mengakhiri.