Pemprov Riau Bahas Penentuan Frel Subnasional Untuk Pengendalian Emisi

Pemprov Riau Bahas Penentuan Frel Subnasional Untuk Pengendalian Emisi
Sekda Pemprov Riau Syahrial Abdi pimpin diskusi penentuan Frel di Kantor Gubernur Riau. (Foto: Diskominfo Riau)

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi Riau menggelar diskusi strategis terkait penentuan cakupan Forest Reference Emission Level (FREL) subnasional sebagai bagian dari implementasi GREEN for Riau Initiative.

Pembahasan yang di laksanakan di Kantor Gubernur Riau, Selasa (10/3/2026) ini menjadi langkah penting dalam merumuskan kebijakan mitigasi perubahan iklim berbasis hutan dan lahan gambut di daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menegaskan bahwa diskusi ini membicarakan dasar komitmen yang akan diambil oleh pemerintah daerah. Ia menilai keputusan mengenai cakupan FREL akan menentukan besarnya tanggung jawab lingkungan yang harus dijalankan.

“Kita membicarakan tentang pondasi dan urgensi dan komitmen. Tentang apakah hutannya saja atau gambutnya. Konsikuensinya komitmen lebih akan dihadapkan jika gambutnya juga ikut," ucap Sekda.

Pembahasan tersebut menjadi penting karena Riau memiliki karakteristik ekosistem yang kompleks antara hutan mineral dan lahan gambut. Kondisi ini menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu wilayah strategis dalam upaya pengendalian emisi karbon nasional.

Berdasarkan data kondisi umum daerah, luas kawasan hutan di Riau mencapai sekitar 5,33 juta hektare. Dari jumlah tersebut sekitar 60 persen berada di tanah mineral dan 40 persen berada di lahan gambut.

Total lahan gambut di Riau tercatat mencapai sekitar 3,56 juta hektare. Sementara itu, areal berhutan pada tahun 2024 mencapai sekitar 2,52 juta hektare yang terdiri dari 1,59 juta hektare hutan alam dan sekitar 0,9 juta hektare hutan tanaman seperti akasia dan eucalyptus.

FREL sendiri merupakan tolok ukur untuk menilai kinerja Indonesia dalam menerapkan program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan atau REDD+. Indikator ini dinyatakan dalam satuan ton setara karbon dioksida per tahun sebagai dasar evaluasi capaian penurunan emisi.

Tolok ukur tersebut juga digunakan untuk mengukur kinerja berbagai kegiatan REDD+ seperti pencegahan deforestasi, degradasi hutan, kebakaran lahan gambut, konversi mangrove, dekomposisi gambut, hingga peningkatan stok karbon hutan. Dengan demikian, penentuan FREL menjadi langkah penting dalam menentukan strategi mitigasi perubahan iklim di tingkat daerah.

Sekdaprov Riau menekankan bahwa kebijakan mitigasi yang disusun harus tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak ingin kebijakan lingkungan justru menimbulkan dampak sosial ekonomi yang merugikan.

“Terkait penentuan Frel di Provinsi Riau, Pemprov Riau ingin mitigasinya nanti tidak membuat irisan yang tidak menguntungkan masyarakat kita," ujarnya.

Diskusi mengenai penentuan cakupan FREL subnasional di Provinsi Riau masih akan terus berlanjut bersama para pemangku kepentingan untuk melakukan pembahasan lebih lanjut. Hal ini guna menentukan cakupan yang paling tepat dan seimbang dengan harapan menjadi langkah terbaik dalam mendukung komitmen keberlanjutan lingkungan di Riau. (SN/MCR)

Berita terkait

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
Mengais Rejeki  Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mengais Rejeki Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mimika-Spektroom : Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih mulai bermunculan dan membuka lapak di pinggir jalan utama di berbagai kota untuk menawarkan bendera, umbul-umbul serta berbagai perhiasan lainnya. Gunawan salah satunya, pedagang pernak pernik hari kemerdekaan juga bendera Merah Putih,

Anthonius Teniwut, Julianto
Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Palangka Raya-Spektroom : Di balik proses perizinan yang semakin cepat dan mudah, terbuka harapan baru bagi tumbuhnya investasi, lahirnya lapangan kerja, dan bergeraknya roda perekonomian daerah. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi pelayanan publik kini membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor

Polin, Julianto
ссс