Pemusnahan 3,6 Juta Batang Rokok Ilegal, Banyumas Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Tanpa Cukai

Pemusnahan 3,6 Juta Batang Rokok Ilegal, Banyumas Perkuat Sinergi Berantas Peredaran Rokok Tanpa Cukai
3,6 juta rokok ilegal dimusnahkan secara simbolis dihalaman pendopo Sipanji Purwokerto Rabu (5/8/2026). Foto : Bian Pamungkas.

Banyumas–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Kantor Bea Cukai Purwokerto menggelar sosialisasi Gerakan Gempur Rokok Ilegal sekaligus pemusnahan jutaan batang rokok ilegal hasil penindakan di Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 di bidang penegakan hukum.

Ketua panitia, Djonaedi, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ketentuan di bidang cukai sekaligus mengajak masyarakat menolak peredaran rokok ilegal.

Selain itu, kegiatan juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bea Cukai, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat dalam upaya pemberantasan rokok ilegal.

Sekitar 100 peserta mengikuti sosialisasi tersebut, terdiri atas perwakilan organisasi perangkat daerah, instansi terkait, serta pengelola DBHCHT dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Pada kesempatan itu, Bea Cukai Purwokerto memusnahkan sebanyak 3.006.544 batang rokok ilegal hasil penindakan dengan nilai barang diperkirakan mencapai Rp4,37 miliar.

0:00
/0:51

Sebanyak 3, juta lebih rokok ilegal senilai 4,37 Milyard dimusnahkan di Banyumas, Rabu (5/8/2026) Vidio : Bian Pamungkas

Pemusnahan dilakukan setelah seluruh barang memenuhi ketentuan dan kepastian hukum tetap, sebagai barang milik negara yang harus dimusnahkan sesuai peraturan perundang-undangan.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan bahwa rokok ilegal yang dimusnahkan merupakan akumulasi hasil penindakan sepanjang 2025 hingga 2026.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal tidak hanya mengurangi penerimaan negara, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat karena merugikan pelaku usaha yang telah memenuhi kewajiban membayar cukai.

"Pemusnahan ini menjadi bukti bahwa barang ilegal yang telah ditindak tidak akan kembali beredar di masyarakat," ujarnya.

Sadewo juga mengajak masyarakat untuk mengenali ciri-ciri rokok ilegal, seperti tidak memiliki pita cukai atau menggunakan pita cukai yang tidak sesuai. Ia berharap masyarakat turut berperan aktif melaporkan apabila menemukan dugaan peredaran rokok ilegal di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Purwokerto, Dwijanto Wahjudi, menegaskan bahwa pemberantasan rokok ilegal membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, pemusnahan yang dilakukan merupakan hasil penindakan selama periode Februari 2025 hingga Mei 2026.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan peredaran rokok ilegal.

Karena itu, Bea Cukai terus menggencarkan edukasi melalui program Gempur Rokok Ilegal agar masyarakat tidak tergiur membeli rokok tanpa cukai hanya karena harganya lebih murah.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bea Cukai, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan peredaran rokok ilegal di Banyumas dapat terus ditekan sehingga penerimaan negara terlindungi dan iklim usaha yang sehat dapat terwujud.

Berita terkait

Tiga Siswa MAN Sawahlunto antar Akademi Futsal Reseva Juara Liga Nusantara Sumbar 2026

Tiga Siswa MAN Sawahlunto antar Akademi Futsal Reseva Juara Liga Nusantara Sumbar 2026

Sawahlunto-Spektroom : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawahlunto. Tiga siswa MAN Sawahlunto menjadi bagian penting dari skuad Akademi Futsal Reseva Sawahlunto yang berhasil keluar sebagai Juara Liga Nusantara Futsal Sumatera Barat (Sumbar) 2026. Ketiga siswa tersebut adalah Muhammad Abdullah Siddiq yang bermain sebagai flank, Yufal Rubiantoro sebagai

Riswan Idris, Rafles
Lise Eka Putra: Fashion Minangkabau Harus Naik Kelas ke Panggung Nasional

Lise Eka Putra: Fashion Minangkabau Harus Naik Kelas ke Panggung Nasional

Padang-Spektroom : Peringatan Hari Jadi Kota Padang ke-357 menjadi momentum untuk meneguhkan identitas budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda Sumatera Barat. Salah satu ruang ekspresi tersebut hadir melalui Padang Fashion Summit, yang mempertemukan para pelaku industri kreatif dan jajaran Dekranasda kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Ketua Dekranasda Tanah Datar, Lise Eka Putra,

Riswan Idris, Rafles