Trending

Pendatang Bermasalah Sosial di Palangka Raya Ditangani Manusiawi, Dinsos Utamakan Perawatan dan Pemulangan

Pendatang Bermasalah Sosial di Palangka Raya Ditangani Manusiawi, Dinsos Utamakan Perawatan dan Pemulangan
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Riduan, saat berdialog di Pro1 RRI Palangka Raya. (Foto: RRI/Adit)

Spektroom - Arus pendatang dengan persoalan sosial terus mengalir ke Kota Palangka Raya, namun Pemerintah Kota tidak menutup mata. Melalui Dinas Sosial, setiap pendatang yang bermasalah termasuk ODGJ dan warga sakit tanpa keluarga ditangani dengan pendekatan medis, sosial, dan kemanusiaan, bukan sekadar ditertibkan.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Riduan, menegaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan keselamatan dan kesehatan pendatang tersebut. Mereka langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan sebelum masuk ke tahapan rehabilitasi sosial.

“Penanganan awal selalu kami mulai dari aspek kesehatan. Yang bersangkutan kami bawa ke Rumah Sakit Kalawa Atei untuk mendapatkan perawatan,” kata Riduan saat menjadi narasumber Dialog Pro1 RRI Palangka Raya Sabtu (10/1/2026).

Setelah kondisi pasien dinyatakan stabil oleh tenaga medis, Dinsos melanjutkan penanganan dengan menempatkan yang bersangkutan di rumah singgah atau lokasi rehabilitasi sosial yang sesuai.

“Setelah dirawat dan dinyatakan stabil, baru kami pindahkan ke rumah singgah atau tempat rehabilitasi sosial,” ujarnya.

Riduan menjelaskan, selama masa observasi yang berlangsung antara dua hingga tujuh hari, pihaknya aktif menelusuri identitas dan keberadaan keluarga pendatang tersebut dengan melibatkan dinas sosial dari daerah asal.
“Kami berkoordinasi dengan dinas sosial daerah asal, baik dari Madura, NTT, maupun daerah lainnya. Kami sampaikan bahwa yang bersangkutan sudah kami tangani dan sedang dalam masa observasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme ini diberlakukan khusus bagi pendatang dari luar Kota Palangka Raya. Jika tidak memiliki keluarga atau penanggung jawab di kota ini, pemulangan ke daerah asal menjadi solusi terbaik agar penanganan berlanjut dan lebih berkelanjutan.
“Kalau memang pendatang dari luar daerah dan keluarganya sudah ditemukan, kami fasilitasi pemulangannya. Apalagi kalau jaraknya jauh, tentu perlu dukungan pemerintah,” tegas Riduan.

Melalui pola penanganan yang terstruktur dan berorientasi pada nilai kemanusiaan, Pemko Palangka Raya menegaskan bahwa persoalan sosial tidak diselesaikan dengan pengusiran, melainkan dengan perawatan, pemulihan, dan pengembalian hak hidup yang bermartabat. Negara hadir tanpa menghakimi, tanpa abai. (Polin-Edi)

Berita terkait

Minyak Jelantah Jadi Peluang Usaha, Empat Koperasi di Banyumas Jadi Percontohan

Minyak Jelantah Jadi Peluang Usaha, Empat Koperasi di Banyumas Jadi Percontohan

Banyumas-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Banyumas mendukung program percontohan (piloting) pengumpulan minyak jelantah melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini diharapkan mampu mengubah limbah rumah tangga dan usaha kuliner menjadi sumber ekonomi baru sekaligus mendukung pengembangan energi ramah lingkungan. Program kerja sama Kementerian Koperasi dengan PT Pertamina (Persero) tersebut

Bian Pamungkas
Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Raih Penghargaan 2026, Perpustakaan UNEJ Posisi Kedua Nasional Program Literasi

Jember-Spektroom : Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Jember (UNEJ) mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Terbaik 2 Best Information Literacy Program Award dalam ajang FKP2TN Award 2026. Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional Forum Kerjasama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN)

Julianto
PWI Pasaman Barat Kembali Definitif, Bupati Yulianto Tekankan Independensi Pers

PWI Pasaman Barat Kembali Definitif, Bupati Yulianto Tekankan Independensi Pers

Pasaman Barat-Spektroom : Bupati Pasaman Barat Yulianto mengajak insan pers memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menyampaikan informasi yang akurat serta berimbang. Ia menegaskan, kemitraan tersebut harus tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme jurnalistik. Hal itu disampaikan Yulianto saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan

Rafles