Peneliti Kependudukan Dan Gender UNS : Kesetaraan Gender Di Kota Surakarta Masih Menghadapi Tantangan

Peneliti Kependudukan Dan Gender UNS : Kesetaraan Gender Di Kota Surakarta Masih Menghadapi Tantangan
Kesetaraan Gender Di Kota Surakarta Masih Menghadapi Tantangan Mulai Dari Ketimpangan Akses Ekonomi Hingga Ancaman Kekerasaan ( dok : Freepik )

Spektroom - Kesetaraan gender di Kota Surakarta masih menghadapi tantangan mulai dari ketimpangan akses ekonomi hingga ancaman kekerasan terhadap perempuan, bahkan dari sisi pemberdayaan perempuan khususnya partisipasi politik mengalami penurunan.

Diminta tanggapan berkait pemberdayaan perempuan guna mencegah kekerasan, Peneliti pada Pusat Penelitian Kependudukan dan Gender LPPM UNS, Dr. Rina Herlina Haryanti, menilai di Kota Surakarta, pemberayaan perempuan dihadapkan tantangan besar, sebab Meski jumlah perempuan di jabatan struktural sudah cukup banyak, tetapi di parlemen mengalami penurunan sehingga harus menjadi perhatian serius.

Selain itu menurut Rina ketimpangan juga berakar sejak level pemenuhan kebutuhan dasar, seperti akses pendidikan perempuan di Surakarta tercatat masih lebih rendah dibandingkan laki-laki akibat stereotipe yang memposisikan perempuan hanya di ranah domestik, sehingga kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pendapatan perempuan karena lebih banyak terjebak di sektor pekerjaan informal yang minim jaminan sosial.

" jumlah perempuan di jabatan struktural sudah cukup banyak tapi terjadi penurunan di parlemen harus perhatian serius bagi masyarakat " jelas Rina ( Senin.22/12/2025 )

Selain sekat ekonomi dan politik, perempuan masih menjadi kelompok paling rentan terhadap kekerasan, meski sudah banyak yang berani melapor akan haknya tetapi frekuensi kasus kekerasan terus meningkat dengan ragam yang semakin kompleks, mulai dari perundungan (bullying), pencabulan, hingga kriminalitas tinggi seperti femisida.

Guna memutus rantai kekerasan ini, menurut Rina perlunya gerak bersama melalui edukasi batasan tubuh harus dimulai dari keluarga serta di sektor usaha, penyediaan fasilitas keamanan seperti CCTV dan SOP ruang aman di lingkungan kerja .

Sementara di tingkat pemerintah, Kota Surakarta telah memiliki Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) yang bersinergi dengan LSM, kepolisian, dan rumah sakit.

" Semua ruang sudah mencoba bergerak bersama peningkatan kasus yang dilaporkan menunjukkan awareness perempuan di Kota Surakarta mulai meningkat dan ini adalah langkah penting " Jelasnya

Di akhir pendapatnya Rina berharap pemberdayaan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan tentang sejauh mana setiap jengkal ruang di Surakarta mampu memberikan rasa aman dan hak yang setara bagi setiap perempuan tanpa bayang-bayang ketakutan, sebab tanpa komitmen bersama dari keluarga, dunia usaha, hingga pemerintah, kesetaraan akan tetap menjadi wacana, bukan kenyataan yang dirasakan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.( Dan )

Berita terkait

Rapat Paripurna DPRD Kuansing Setujui Ranperda Pertanggungan Jawaban APBD 2025

Rapat Paripurna DPRD Kuansing Setujui Ranperda Pertanggungan Jawaban APBD 2025

Teluk Kuantan-Spektroom : Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kuantan Singingi dengan agenda Penyampaian Pendapat Akhir DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Kuantan Singingi Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kuansing, Jumat (31/7/

Salman Nurmin, Rafles
Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Balutan Merah Putih Percantik Jembatan Saballang, Prajurit Kodim 1425/Jeneponto dan Warga Jaga Kualitas Pembangunan

Jeneponto –Spektroom : Warna merah dan putih mulai menghiasi Jembatan Gantung Sungai Saballang yang menghubungkan Kelurahan Benteng dan Kelurahan Pallengu, Kecamatan Bangkala, wilayah teritorial Kodim 1425/Jeneponto. Dengan penuh ketelitian, prajurit TNI bersama masyarakat bergotong royong melaksanakan pengecatan pada sejumlah titik konstruksi jembatan sebagai upaya menjaga kualitas pembangunan yang terus berjalan.

Yahya Patta, Rafles
Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Mahasiswa UMI Makassar Berhasil Temukan Model Variational Autoencoder untuk Deteksi Wajah Daftar Pencarian Orang

Makasar-Spektroom : Mahasiswa dari Universitas Muslim Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang di bidang teknologi kecerdasan buatan pada tahun 2026. Melalui proyek inovasi karsa cipta bernama DISGUISE-ID, mereka sukses merancang dan menguji model algoritma mutakhir yang mampu mengidentifikasi wajah Daftar Pencarian Orang dengan tingkat akurasi rekonstruksi yang sangat tinggi, yakni mencapai 94,

Yahya Patta, Rafles
ссс