Pengamat UNS : Masyarakat Di Ajak Menjaga Fungsi Sungai

Pengamat UNS : Masyarakat Di Ajak Menjaga Fungsi Sungai
Momentum Hari Sungai Masyrakat diajak Menjaga Fungsi Sungai ( dok : Freepik )

Spektroom - Hari Sungai Sedunia 25 September diharapkan jadi momentum menjaga fungsi sungai termasuk di Kota Solo mengingat sampai sekarang kondisi sungai masih jauh dari kata sehat.

Pengamat Lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Prabang Setyono, menyebut kualitas sungai belum menunjukkan perkembangan menggembirakan akibat masih terjadi pencemaran limbah, sampah, hingga menurunnya fungsi sungai.

“Yang jelas kondisi sungai di Kota Solo tidak baik-baik saja. Kualitasnya belum berubah secara signifikan,” Jelas Prof Prabang ( Kamis 25/09/2025 ).

Menurutnya, pencemaran limbah cair industri masih ditemukan, sementara sampah tetap menjadi musuh laten yang sulit dikendalikan meski sudah ada regulasi dan fasilitas pembuangan.

Sedang dari sisi yang dilakukan pemerintah seperti program kali bersih menurut Prof Prabang belum cukup efektif karena persoalan sungai harus diselesaikan secara terpadu dari hulu hingga hilir.

“Kalau hanya dibenahi di hilir, sampah dan limbah dari hulu tetap akan mengalir. Harus ada kesepakatan bersama dan punishment yang jelas,” katanya.

Senada, Relawan yang juga Ketua Tim Gorong-Gorong Solo, Sriyono, menyebut sekitar 70 persen sungai di Solo masih kotor, didominasi sampah plastik, botol, popok sekali pakai, hingga limbah rumah tangga. Padahal relawan rutin menggelar giat pembersihan sungai, namun dinilai dukungan pemerintah belum maksimal.

“Kami biasanya membersihkan sungai dua kali seminggu. Tapi inisiatifnya lebih banyak dari relawan. Harapannya masyarakat juga sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Baik Prof. Prabang maupun Sriyono di momen peringatan Hari Sungai sama-sama mengingatkan agar masyarakat menumbuhkan rasa memiliki terhadap sungai, Sebab, sungai bukan warisan gratisan, melainkan aset yang harus dijaga demi generasi mendatang. (Dan)

Berita terkait

Kelompok 4 KKN UNISKA 2026 Olah Limbah Sawit Menjadi Briket Cangkang Sawit di Desa Koanda

Kelompok 4 KKN UNISKA 2026 Olah Limbah Sawit Menjadi Briket Cangkang Sawit di Desa Koanda

Junaidi, Agung Yunianto Spektroom – Mahasiswa Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Tahun 2026 melaksanakan program kerja berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit menjadi briket sebagai energi alternatif. Kegiatan ini merupakan implementasi dari tema KKN UNISKA 2026, “Optimalisasi Pengelolaan Potensi Lokal untuk Mendorong Kemajuan

Junaidi