Trending

Pengelolaan dan Penyediaan Air Bersih Bagi Ribuan Karyawan IWIP di Halmahera Tengah

Pengelolaan dan Penyediaan Air Bersih Bagi Ribuan Karyawan IWIP di Halmahera Tengah
Water Treatment Plant (WTP) IWIP yang ada di Km 15 (Foto:IWIP)

Weda-Spektroom : Air merupakan sumber kehidupan sekaligus kebutuhan dasar manusia. Kasarnya, manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Seseorang membutuhkan air rata-rata berkisar 60-150 liter per hari, tergantung kondisi wilayah iklim, dan aktivitas masyarakat. Lantas, dalam skala besar, bisa dibayangkan kebutuhan sebuah industri besar seperti PT IWIP dengan karyawannya sekitar 81.000.

Pernahkah kamu bertanya. Dari mana sumber air dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan karyawan seperti masak, mandi, mencuci, dan semacamnya sehari-hari?. 

Kawasan industri terpadu seperti PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) tidak hanya beroperasi sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai kawasan hunian dan layanan bagi puluhan ribu pekerja. Air dibutuhkan untuk fasilitas mess karyawan, dapur umum, klinik, perkantoran, fasilitas umum, hingga sistem pemadam kebakaran.

Untuk memastikan ketersediaan yang berkelanjutan, IWIP memanfaatkan tiga sumber utama penyediaan air, yakni air sungai, air laut, dan air hujan.

Deputy Manager Environmental IWIP Yofi Safutra kepada Spektroom, Jumat (27/3/2006) menjelaskan pemanfaatan air sungai merupakan praktik umum di kawasan industri besar dan dilakukan dengan mekanisme teknis serta regulasi yang ketat.

Salah satu aturan yang mengatur larangan perusahaan mengambil air tanah yakni Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 11 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pemanfaatan Air Tanah.

Ia menegaskan seluruh pemanfaatan air telah melalui perizinan resmi, termasuk izin pengusahaan sumber daya air, rekomendasi teknis Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, serta Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Pengambilan air juga diawasi melalui monitoring debit secara real time, pencatatan volume harian, serta pemantauan kualitas air dari hulu hingga hilir.

"Penggunaan air sungai dipilih karena debitnya relatif stabil, lokasinya dekat dengan area operasional serta mampu memenuhi kebutuhan dalam volume besar secara berkelanjutan,"tegasnya.

Air yang diambil dari sungai sekitar kawasan operasional PT IWIP, yakni Kobe, Ake Sake, dan Wosea, kemudian dilakukan penyaringan awal (screening) untuk menahan sampah, kayu, dan sedimen besar serta pengaturan debit agar tidak mengganggu aliran alami sungai.

Air yang masuk dialirkan ke kolam pengendapan untuk mengurangi lumpur dan partikel padat, menstabilkan kualitas air sebelum proses pengolahan utama.

Pada tahap ini, air diproses dalam beberapa tahapan seperti menggumpalkan partikel halus, mengendapkan kotoran, penyaringan pasir atau media filter, serta disinfeksi untuk memastikan air aman digunakan.

Air yang sudah diolah kemudian didistribusi dan kebutuhan domestik ribuan karyawan, serta untuk kebutuhan proses industri smelter, pendinginan mesin (colling system), dan operasional kawasan.

Prinsipnya, alur pengelolaan air di IWIP bersifat closed-loop management dimana air diambil, diolah, digunakan, kemudian diolah kembali sebelum dikembalikan ke lingkungan sehingga dampak terhadap sungai dapat diminimalkan.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP