Pengembangan Bandara Rendani Manokwari Jadi Skala Prioritas Rencana Jangka Panjang
Runway Bandara Rendani yang saat ini mencapai 2.300 meter akan diperpanjang menjadi 2.500 meter.
Manokwari-Spektroom : Pengembangan Bandar Udara Rendani Manokwari saat ini menjadi skala prioritas, seiring meningkatnya jumlah pengguna jasa transportasi udara dari dan ke Manokwari sebagai ibukota provinsi Papua Barat.
Rencana pengembangan jangka panjang tersebut mencakup perpanjangan landasan pacu atau runway serta pembangunan terminal penumpang dengan kapasitas yang lebih besar, melalui penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, menjelaskan, sesuai master plan, panjang runway Bandara Rendani yang saat ini mencapai 2.300 meter akan diperpanjang menjadi 2.500 meter. Pengembangan juga mencakup pembangunan area clearway sekitar 250 meter.
"Kalau sesuai dengan master plan, runway nantinya menjadi 2.500 meter, jadi ada tambahan kurang lebih 200 meter. Kemudian ditambah area clearway kurang lebih 250 meter. Secara keseluruhan, kita membutuhkan lahan pengembangan kurang lebih 400 meter ke arah Polsek 13," ujar Herman Sujito, Jumat, 24 Juli 2024.
Untuk saat ini, runway 2.300 meter didarati pesawat Boeing 737-900ER, baik yang digunakan Lion maupun Garuda, Batik Air dan Super Jet, meski ada pembatasan kapasitas sekitar 83 persen. Dengan demikian apabila runway menjadi 2.500 meter, kemampuannya bisa meningkat menjadi 100 persen dan secara otomatis dapat menyerap jumlah penumpang lebih banyak.

Menurutnya, dari skala prioritas itu, pembangunan terminal penumpang menjadi fokus perhatian dalam pengembangan Bandara Rendani, sebab dibutuhkan pula terminal penumpang yang lebih luas agar dapat menampung pengguna jasa penerbangan, apalagi pada moment tertentu dengan jumlah yang lebih banyak dari hari hari biasanya.
Terminal penumpang Bandara Rendani yang saat ini memiliki luas 4.350 meter persegi, menampung sekitar 311 penumpang. Dalam rencana pengembangan akan diperluas menjadi sekitar 18.900 meter persegi dan dibangun dua lantai.
"Pengembangan terminal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengakomodir pertumbuhan jumlah penumpang dan kebutuhan transportasi udara masyarakat di Manokwari dan Papua Barat," kata Herman.