Peningkatan Kinerja Pelaut Dilihat dari Keselamatan dan Manajemen Resiko yang Efektif.

Peningkatan Kinerja Pelaut Dilihat dari  Keselamatan dan Manajemen Resiko yang Efektif.
Promovendus Zulkifli Syamduddin saat pemaparan disertasi ( Spektroom/ Yahya Patta )

Makasar : Spektroom : Sektor Kemaritiman merupakan salah satu pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia,karena berperan dalam mendukung transfortasi laut, perdagangan,logistik perikanan serta konektivitas antar pulau. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia maritim yang memiliki kompetensi tinggi agar mampu mendukung terwujudnya visi indonesia sebagai poros maritim dunia.

Karena itu peningkatan kualitas pelaut menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan sektor maritim nasional.Hal ini di ungkapkan Promovendus Zulkifli Syamsuddin dalam Disertasinya tentang Pengaruh kepemimpinan adaptif,motivasi kerja dan budaya keselamatan terhadap kinerja pelaut dengan komitmen kerja sebagai variabel mediasi dalam penerapan manajemen risiko studi kasus Pada Pelaut yang nengikuti Diklat PIP Makasar,Barombong, dan Politekpel Sulawes Utara ,ketika mengikuti Gelar uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu manajemen pada Program Pascasarjana PPs umi makasar, di kampus PPs umi urip sumaharjo makasar Jumat (21/8/2026).

Kegiatan gelar uji kompetensi dipimpin Direktur PPs umi makasar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.,M.Hum ,dengan penyanggah Prof Dr.H.Mansyur Ramly SE.,M.SI.,Prof Dr.Baharuddin Semmaila,SE.,M.Si.,Prof Dr.Roslina Alam SE.,M.Si.Dr H.Muhammad Syafii A.Basalamah SE.,MM.Penguji Lintas Disiplin Ilmu Prof Dr.Syahruddin Nawi.SH.MH , Sementara Penguji eksternal Prof Dr.Idayanti Nursyamsi SE.,M.Si dari Universitas Hasanuddin Makasar.

Promovendus Zulkifli Syamsuddin dalam menyelesaikan Disertasinya dibimbing Prof Dr.Hj.Masdar Mas'ud SE.,M.Si Sebagai Promotor., Prof Dr.Hj.Niniek F.Lantara SE..M.Si dan Prof Dr.H.Amir Mahmud SE.M.Si.M.Ak

Menurut Promovendus Zulkifli Syamsuddin peningkatan kualitas pelaut menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan sektor maritim nasional,yang tidak hanya menitik beratkan pada pada penguatan keterampilan tehnis namun juga pada kemampuan kepemimpinan motivasi kerja budaya keselamatan dan penerapan manajemen resiko yang mampu meningkatkan kinerja pelaut secara berkelanjutan.

Pada bagian lain Zulkifli Syamsuddin berhasil meraih nilai Pujian Pada Gelar Uji kompetensi ini mengungkapkan peran Politeknik Ilmu Pelayaran PIP sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan maritim menjadi sangat strategis dalam mencetak pelaut yang berkompeten dan berdaya saing global.Meski demikian ungkap Promovendus Zulkifli Syamsuddin,institusi pendidikan pelayaran masih menghadapi berbagai tantangan antara lain percepatan perkembangan teknologi maritim,keterbatasan fasilitas praktek dan stimulator, kebutuhan peningkatan kemampuan bahasa inggeris termasuk tuntutan kesesuaian kurikulum dengan standar internasional,dimana hal ini menuntut adanya pengolaan sumber daya manusia yang efektif sehingga lulusan pendidikan ilmu pelayaran mampu beradaptasi terhadap dinamika industri maritim global.

Berita terkait

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Beri Ruang Untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tiga Mentri Tanda Tangani SKB Ruang Bersama Indonesia

Jakarta - Spektroom: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam pembangunan desa. Hal itu disampaikan Yandri Susanto pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang penyelenggaraan Ruang Bersama Indonesia (RBI) untuk pemberdayaan

Anggoro AP
Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Kerja Sama RI-Selandia Baru Masuk Fase Kedua, Listrik Terbarukan Jadi Penggerak Ekonomi Pulau-Pulau Maluku

Ambon-Spektroom : Kerja sama Indonesia dan Selandia Baru di sektor energi terbarukan memasuki babak baru. Setelah berjalan sekitar lima tahun dan sempat terganggu pandemi Covid-19, kedua negara kini menyiapkan fase kedua program untuk memperluas akses listrik, memperkuat sumber daya manusia, sekaligus mendorong masyarakat Maluku menjadi pelaku utama pengembangan energi bersih. Komitmen

Eva Moenandar, Julianto