Pentas Drama Malawen: Cara Mahasiswa UPR Rawat Identitas Budaya di Tengah Modernitas

Pentas Drama Malawen: Cara Mahasiswa UPR Rawat Identitas Budaya di Tengah Modernitas
Ketua Panitia Pelaksana Pementasan Drama Malawen, Eko Patrio saat berbincang program Warung Hureh Pro 4 RRI Palangka Raya. (Foto: Nyai/dok)

Palangka Raya-Spektroom: Di tengah gempuran budaya populer modern, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) angkatan 2023, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR), memilih untuk merawat akar budaya mereka.

Mereka menggelar pertunjukan bertajuk Drama Malawen, yang sarat akan pesan pelestarian budaya, lingkungan, dan identitas daerah. Pementasan ini dilaksanakan di UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Jalan Temanggung Tilung XIII, pada Sabtu (6/6/ 2026).

Drama Malawen mengangkat kisah tentang hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya. Ketua Panitia Pelaksana, Eko Patrio, menyatakan bahwa karya ini lahir dari semangat generasi muda untuk menjaga keberlangsungan warisan leluhur.

"Pertunjukan ini wujud komitmen kami dalam melestarikan budaya. Melalui pendekatan kreatif, kami ingin menyampaikan pesan bahwa budaya bukan sekadar untuk dikenang, tetapi harus dijaga, dipahami, dan diwariskan kepada generasi penerus," ujar Eko dalam keterangannya.

Untuk menghadirkan pengalaman yang edukatif dan berkesan, pementasan dikemas secara maksimal melalui kombinasi alur cerita yang kuat, tata artistik, kostum tradisional, dan musik pengiring. Panitia berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga merefleksikan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan budaya.

Kehadiran Drama Malawen membuktikan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penikmat, tetapi juga penjaga dan pewaris identitas daerah di tengah derasnya arus perubahan zaman.(Hy/Polin- Nyai)

Berita terkait

Pemkab Pekalongan Gaungkan Gerakan Peduli Lingkungan di Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026

Pemkab Pekalongan Gaungkan Gerakan Peduli Lingkungan di Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026

Pekalongan - Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menegaskan komitmennya dalam melestarikan alam melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Rusunawa Kedungwuni. Momentum ini menjadi ajang konsolidasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman kerusakan lingkungan. Rangkaian peringatan ini diwarnai dengan berbagai kegiatan kolaboratif, yang meliputi:

Sigit Budi Riyanto
Kawal Transformasi Bantuan Sosial, Pemkot Palangka Raya Kerahkan 150 Agen Pendamping

Kawal Transformasi Bantuan Sosial, Pemkot Palangka Raya Kerahkan 150 Agen Pendamping

Palangka Raya-Spektroom: Pemerintah Kota Palangka Raya mengerahkan 150 agen pendamping untuk mengawal digitalisasi sistem perlindungan sosial. Para petugas ini disebar di seluruh kelurahan guna memastikan pemutakhiran data penerima bantuan berjalan akurat, faktual, dan tepat sasaran. Plt Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, menyatakan bahwa digitalisasi ini bertujuan untuk membangun

Polin