Pentingnya Bahasa Daerah pada Tahap Awal Pendidikan

Pentingnya Bahasa Daerah pada Tahap Awal Pendidikan

SPEKTROOM.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya pelestarian dan penggunaan bahasa daerah dalam sistem pendidikan nasional. Ia menyoroti peran strategis bahasa Ibu, khususnya dalam proses pembelajaran pada tahap awal pendidikan anak-anak.

Menurut Abdul Mu’ti, penggunaan bahasa Ibu sebagai bahasa pengantar di kelas awal memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan akademik dan literasi siswa. “Kajian akademik menunjukkan bahwa anak-anak yang memulai pembelajaran dengan bahasa Ibu memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap konsep akademik dan keterampilan literasi mereka berkembang lebih optimal,” jelasnya.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan linguistik terbesar di dunia, dengan lebih dari 718 bahasa daerah yang tersebar di seluruh nusantara. Menteri Mu’ti sempat berbagi pengalamannya saat berbincang dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ia mengaku awalnya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 200 bahasa daerah. “Namun setelah saya cek data resmi, ternyata jumlahnya mencapai 718 bahasa daerah. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kekayaan bahasa kita yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Sebagai bentuk upaya nyata dalam pelestarian bahasa daerah, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan bahwa pemerintah terus menjalankan berbagai program revitalisasi bahasa daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan memasukkan bahasa daerah sebagai muatan lokal dalam kurikulum pendidikan. Hal ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya mengenal bahasa daerah mereka, tetapi juga aktif menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menteri Mu’ti juga menegaskan kembali komitmen pemerintah terhadap kebijakan Trigatra Bahasa, yaitu mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu, melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa, dan menguasai bahasa asing untuk menghadapi tantangan global.

Dengan berbagai langkah strategis ini, pemerintah berharap bahasa daerah tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi penerus bangsa.

Berita terkait

Bupati Tanah Datar Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Posko Penanganan Disiagakan di 6 Kecamatan

Bupati Tanah Datar Tetapkan Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Posko Penanganan Disiagakan di 6 Kecamatan

Batusangkar—Spektroom : Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 13 hingga 26 Mei 2026, menyusul banjir dan tanah longsor yang melanda enam kecamatan akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Penetapan status tanggap darurat tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin

Riswan Idris, Anggoro AP