Trending

Penuhi Kerjasama dengan BPJS, RS GPM Terus Berbenah

Penuhi Kerjasama dengan BPJS, RS GPM Terus Berbenah
Manager Pelayanan Medis RS GPM Ambon, dr. Emilly Vidya Agatha Relmasira, saat ditemui Spektroom di Ruang kerjanya RS. GPM Selasa, 10/11/2025. (Foto: Eva. M)

Spektroom - Pelayanan Rumah Sakit GPM Ambon terus dibenahi guna memenuhi persyaratan yang di tentukan BPJS, dimana RS GPM bekerja keras memenuhi seluruh persyaratan BPJS Kesehatan menjelang perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Manager Pelayanan Medis RS GPM Ambon, dr. Emilly Vidya Agatha Relmasira, kepada Spektroom di ruang kerjanya mengatakan, proses ini sangat krusial untuk memastikan layanan BPJS tetap berjalan bagi masyarakat.

Menurut dr. Emilly, setiap tahun BPJS melakukan penilaian kelayakan rumah sakit, biasanya pada Oktober - November. Penilaian tersebut mencakup pemeriksaan dokumen SDM, sertifikasi kompetensi, kelengkapan sarana-prasarana, hingga standar ruang rawat inap.

Pembersihan/pengecetan dinding RS GPM (Foto: Eva. M)

"Sudah dua tahun kami tidak memiliki anggaran besar untuk pengecatan dan pembenahan fisik. Saat ini kami lakukan pembersihan dan perbaikan dengan bantuan internal dilingkungan RS GPM," kata Emilly.

12 Indikator Standar BPJS: RS Masih Banyak Kekurangan.

Dari 12 indikator wajib ruang rawat inap, RS GPM baru mampu memenuhi Lemari penyimpanan di setiap tempat tidur. Batas maksimal empat pasien dalam satu ruangan. Indikator lainnya masih jauh dari standar, seperti: Tirai partisi yang harus menempel di plafon kamar mandi yang luas dan ramah disabilitas, pencahayaan minimal 250 luxs, Suhu ruangan 20–26 °C dan dua stop kontak di setiap tempat tidur

Yang paling berat adalah kewajiban oksigen sentral. Setiap tempat tidur harus memiliki suplai oksigen melalui pipa terpusat. “Satu instalasi oksigen sentral untuk satu bed saja bisa menelan biaya di atas Rp 50 juta,” ungkapnya.

Dengan 60 tempat tidur yang dimiliki RS GPM, BPJS mensyaratkan minimal 40% atau 24 bed harus memenuhi standar kelas rawat inap. Namun kondisi fasilitas saat ini masih jauh dari angka tersebut.

“Kami hanya bisa mengganti lampu dan melakukan perbaikan kecil. Yang paling mahal itu pemasangan oksigen sentral dan penambahan bed standar,” katanya.

RS GPM pernah mengalami putus kerja sama BPJS pada akhir 2022 karena hasil penilaiannya berada di bawah standar. Sejak itu, pihak rumah sakit berupaya keras memperbaiki kualitas layanan. Dua tahun terakhir, nilai penilaian RS GPM justru masuk kategori terbaik.

Sebagai rumah sakit milik GPM, dr. Emilly berharap dukungan nyata dari Sinode, ,mengingat Gedung baru RS GPM yang sempat terbakar pada 2024 hingga kini belum tertangani dan masih terbengkalai.butuh perhatian

“Bukan hanya bangunan, sarana-prasarana di dalamnya juga harus dipenuhi. Tempat tidur, oksigen sentral, ventilator, instalasi air limbah—semuanya butuh biaya besar,” tegasnya.

Ia juga berharap selain perhatian dari Sinode, tokoh-tokoh Agama anggota DPRD, DPR RI, hingga pemerintah pusat. “Kami melayani seluruh masyarakat, dan banyak pasien lebih memilih RS GPM karena lokasi dan tenaga-tenaga dokter yang sudah lama bertugas di sini,” Terbatasnya Dokter Spesialis

Penambahan dokter spesialis juga terhambat karena keterbatasan ruang rawat inap. Saat ini RS GPM memiliki,2 Spesialis Penyakit Dalam, 2 Spesialis Anak ,2 Spesialis Kebidanan

ke depan rumah sakit naik kelas menjadi Tipe C, minimal harus memiliki 100 tempat tidur rawat inap. “Kalau bed bertambah, barulah dokter bisa ditambah. Kalau tidak, dokter akan kewalahan menangani pasien,” tutup dr. Emilly.(EM)

Berita terkait

Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Rebut Perak di Arena Karate Moscow Universe International 2026

Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Rebut Perak di Arena Karate Moscow Universe International 2026

Jakarta - Spektroom : Karateka Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung internasional. Ceyco Georgia Zefanya sukses meraih medali emas, sedangkan Zaskia Putri Salurante membawa pulang medali perak pada Kejuaraan  Moscow Karate Universe International 2026 yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Moskow, Rusia. Prestasi Ceyco terbilang istimewa karena salah

Adi Wiyono, Afrizal Aziz
Wagub Vasko: Pembangunan Sumbar Harus Merata, Mulai dari Kota Hingga Wilayah Perbatasan

Wagub Vasko: Pembangunan Sumbar Harus Merata, Mulai dari Kota Hingga Wilayah Perbatasan

Dharmasraya-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga wilayah perbatasan. Salah satunya itu diimplementasikan melalui rehabilitasi jalan provinsi ruas Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu di Kabupaten Dharmasraya yang kini telah menuntaskan tahap pengaspalan dan masuk tahap pembangunan bahu jalan. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy

Rafles
Ketua PODSI Sulsel:  Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Ketua PODSI Sulsel: Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Makasar-Spektroom : Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Selatan, Dr H Alimuddin, SH, MH, M.Ken, mengingatkan atlet dayung yang akan berlaga pada Porprov Sulsel 2026 agar tampil tangguh, maksimal, dan menjunjung tinggi sportivitas. Pesan tersebut disampaikan Alimuddin pada rapat persiapan panitia cabang olahraga dayung di Sekretariat

Yahya Patta, Rafles