Peran Perguruan Tinggi Sangat Strategis Dalam Menyiapkan Generasi Masa Depan
Bandarlampung - Spektroom: Pemerintah provinsi Lampung saat ini menempatkan sektor pendidikan sebagai pondasi utama Pembangunan Daerah menuju Lampung maju dan Indonesia emas 2045. Pemprov Lampung juga meyakini bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam tetapi lebih dari itu ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusianya.

Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal dalam sambutan tertulisnya disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan politik Yanyan Ruhiansyah, pada wisuda ke 41, Periode Ganjil 2025/2026, di Gedung Bagas Raya Bandarlampung, Rabu (20/5/2026).
Oleh sebab itu pemerintah provinsi Lampung terus mendorong kebijakan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM unggul, Adaptif, inovatif dan berdaya saing Global.
"Kami terus berkomitmen membuat arah kebijakan pendidikan yang lebih baik mulai dari penguatan kualitas guru, transformasi digital pendidikan, pendidikan kompetensi generasi muda, hingga kolaborasi dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri" ungkap Yanyan Ruhiansyah, membacakan sambutan Gubernur Lampung.
Menurut Gubernur, berbagai indikator pembangunan manusia di provinsi Lampung terus menunjukkan kemajuan, pada tahun 2025 indeks pembangunan manusia (IPM) provinsi Lampung mencapai 73,98% atau meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya, ini menunjukkan bahwa investasi pada sektor pendidikan mulai memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah.
Namun demikian tantangan ke depan akan semakin Kompleks, dunia kerja berubah cepat, teknologi berkembang sangat dinamis dan persaingan tidak lagi bersifat lokal tetapi Global.
"Karena itu perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi masa depan, kampus tidak cukup hanya mencetak lulusan yang siap mencari pekerjaan, tetapi juga harus mampu melahirkan inovator teknologi dan pemimpin-pemimpin muda yang mampu menciptakan peluang kerja dan solusi bagi masyarakat." ujar Yanyan Ruhiansyah.
Diforum yang sama Rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Darmajaya Bandarlampung Prof. R.Z Abdul Aziz mengatakan Kampus IBI Darmajaya Bandarlampung tidak hanya memberikan dampak besar kepada masyarakat tetapi selalu menjunjung tinggi kualitas lulusan dan Akademisi, hal ini dibuktikan dengan bertambahnya guru besar di Darmajaya.
"Pada Maret lalu kami memiliki guru besar pada bidang kepakaran Artificial Inteligensia (AI) dalam bidang E-Learning yakni Dekan Fakultas Ilmu Komputer Profesor Doktor Said Hasibuan" ungkap Rektor
Menurut Abdul Aziz, IBI Darmajaya juga memiliki program student mobility dan join riset, mahasiswa diberikan kesempatan untuk kuliah selama 6 bulan di sejumlah kampus mitra di luar negeri dengan model UKT yang sama mereka bayarkan di Darmajaya.
Sementara Kepala Layanan Pendidikan Tinggi (LPT) Wilayah II Sumbagsel Prof. Ishak Iskandar menyampaikan 3 pesan kepada Wisudawan, untuk memenangkan pertarungan di dunia digital butuh kecepatan dan kecepatan hanya bisa dibangun dengan membangun literasi teknologi, membangun jaringan atau rise by lifting others, kita bertumbuh dengan mengajak orang-orang di sekitar kita juga bertumbuh.
Salah satu hukum newton yang terkenal khususnya hukum ketiga Newton, yang mengatakan kalau ada aksi maka akan ada reaksi, kalau aksinya positif reaksinya akan positif, kalau aksinya negatif reaksinya pasti akan negatif.
Untuk diketahui Wisuda Ke-41 IIB Darmajaya yang mengukuhkan 495 lulusan sarjana dan pascasarjana, pada capaian akademik wisudawan, predikat mahasiswa terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis diraih Amelia Elga Christine dari Program Studi Akuntansi dengan IPK sempurna 4,00.
Predikat mahasiswa terbaik Fakultas Ilmu Komputer diraih Yoglenddy Joshbert Defender Talakua dari Program Studi Sistem Informasi dengan IPK 3,97. Yoglenddy juga dikenal sebagai Juara I Mekhanai Kota Bandar Lampung dan kini mewakili daerah pada ajang Muli Mekhanai Provinsi Lampung 2026.
Adapun mahasiswa terbaik Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi (DHPT) diraih M. Bagus Pratama Putra dari Program Studi Desain Komunikasi Visual dengan IPK 3,80.(@Ng).