Peranan Persatuan Perhimpunan Perempuan Basiba (P3 BASIBA) dalam Mengantisipasi Pengaruh Budaya Asing di Kota Bukittinggi

Peranan Persatuan Perhimpunan Perempuan Basiba (P3 BASIBA) dalam Mengantisipasi Pengaruh Budaya Asing di Kota Bukittinggi
Ketua P3 Basiba Kota Bukittinggi, Dara Susanti (tengah) dan Helmawati, wakil ketua 1 (kiri) Bendahara Afrinita (kanan) (Foto: Dok. Pribadi Rita)

Spektroom - Untuk mengantisipasi pengaruh Budaya Asing khususnya du Kota Bukittinggi, ada beberapa langkah efektif yang dapat dilakukan seperti menguatkan pendidikan budaya lokal, berintegrasi dengan nilai-nilai Adat Sejarah dan Bahasa Minangkabau dalam kurikulum sekolah formal dan non formal serta memberikan pendidikan Adat kepada masyarakat dan keluarga dalam membimbing generasi muda agar memahami, mengamalkan filosofi Adat Basandi Syarak, Sarak Barsandi Kitabullah.

Selain itu juga memanfaatkan dengan cermat teknologi digital untuk promosi budaya, menggunakan media sosial, aplikasi digital dan memperluaskan konten positif tentang Budaya Seni dan Pariwisata sehingga menjadikannya menarik bagi kaum muda, menggelar kegiatan budaya secara rutin, menyelenggarakan festival seni, lomba adat seperti mempertunjukkan randai yang berisikan pesan moral atau tari tradisional secara berkala untuk menjaga semangat dan kegiatan terhadap warisan budaya, meningkatkan ekonomi lokal, mendorong pengembangan produk ekonomi kreatif khas Minang seperti kuliner, fashion dan kerajinan untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan kebanggaan identitas lokal.

.Langkah-langkah ini bertujuan agar menjadikan masyarakat Minang khususnya generasi muda memiliki fondasi budaya yang kuat sehingga mampu menyaring dan memilah budaya asing yang masuk serta tetap menjaga dan melestarikan warisan leluhur

Inilah salah satu tugas dari Persatuan Perhimpunan Perempuan Basiba di kota Bukittinggi dalam mendukung program Pemerintah terutama di bidang adat dan Budaya.

Hal tersebut disampaikan ketua P3 BASIBA Bukittinggi, Bundo Dara Susanti yang didampingi Bundo Helmawati Wakil ketua I dan Bendahara Bundo Afrinita kepada Spektroom, Selasa (6/1/2026) dalam rapat evaluasi kegiatan P3 Basiba selama tahun 2025.

Bundo Dara menyebutkan berbagai kegiatan Sosial selama 2025 untuk mendukung Program Pemerintah dibidang budaya dan adat yang merupakan agenda rutin dilakukan anggota Basiba Kota Bukittinggi seperti belajar adat, belajar berbusana menurut Budaya Minang bahkan cara makanpun di sosialisasikan (makan sesuai adat yang beradat).

Disebutkan sesuai dengan Nama Organisasi Basiba, adalah pakaian adat Minangkabau yang melambangkan Martabat, Kesopanan dan Peran penting Perempuan Minang. Desain yang longgar dan mencerminkan sifat lapang dada, sabar, menjaga diri seperti Bundo Kanduang serta nilai-nilai kebersamaan, adat bersendi sarak menjadikan simbol identitas budaya yang kaya akan filosofi luhur.

P3Basiba Bukittinggi, selama tahun 2025 selain melasanakan kegiatan sosial mengunjungi panti asuhan dan panti jompo juga melaksanakan kegiatan Lomba baju Basiba baik tingkat Kota maupun tingkat Propinsi dan juga mengikuti kegiatan Pameran UMKM khusus Busana Khas Minang, ujar Dara.

Dalam upaya meningkatkan pendidikan dan pengetahusn generasi muda kota Bukittinggi Bundo Dara susanti mengatakan, akan melakukan Kegiatan P3 Basiba Back to school terutama ke sekolah tingkat SMP dan SMA karna diusia ini anak-anak sangat rentan dengan pengaruh Budaya Luar, dengan mensosialisasikan cara berpakaian dan cara bergaul kepada mereka setidaknya kita telah mengingatkan bahwa kita di Minangkabau khususnya Bukittinggi jangan sampai ikut kearah yang salah. Ingat kata Bundo Dara Susanti, Bukittinggi adalah Kota Transit, baik perdagangan, wisata dan lainnya, pengaruhnya akan sangat mudah sekali diserap oleh anak-anak kita dan itu perlu kita bentengi, tambahnya.

"Selain itu di tahun 2026 ini jelang ramadhan dan di bulan rhamadhan nanti kita akan fokus juga ke kegiatan keagamaan dan sosial," jelas Bunda Dara.

Menghakhiri Rapat kerja dengan Pengurus P3 Basiba Kota Bukittinggi, Bundo Dara Susanti menyebutkan serta berharap dengan adanya organisasi ini kita akan bisa Berkontribusi untuk Kota Bukittinggi dalam hal mengantisipasi pengaruh Budaya Luar yang masuk ke Kota Wisata Bukittinggi. (Rita Yondriadi-Rz)



Berita terkait

Tuduhan Terhadap Gubernur Maluku Terima Gratifikasi IPR, Lewerissa Tempuh Jalur Hukum

Tuduhan Terhadap Gubernur Maluku Terima Gratifikasi IPR, Lewerissa Tempuh Jalur Hukum

Ambon-Spektroom : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membantah keras tudingan dirinya menerima gratifikasi dalam proses penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dirinya menyebut informasi yang beredar sebagai fitnah yang sangat kejam dan memastikan akan membawa persoalan itu ke ranah hukum. Pernyataan tersebut disampaikan Lewerissa dalam keterangan pers di ruang rapat lantai II Kantor

Eva Moenandar, Rafles
Bukittinggi Selamatkan Ratusan Juta Pajak Daerah, Kolaborasi Pemda–Kejaksaan Jadi Kunci

Bukittinggi Selamatkan Ratusan Juta Pajak Daerah, Kolaborasi Pemda–Kejaksaan Jadi Kunci

Bukittinggi-Spektroom : Pemerintah Kota Bukittinggi mencatat kemajuan signifikan dalam upaya pengamanan keuangan daerah dan penegakan kepatuhan pajak. Kemajuan ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Daerah dengan Kejaksaan Negeri Kota Bukittinggi selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN). Salah satu keberhasilan yang telah dicapai adalah penagihan piutang pajak kepada salah satu hotel di Kota Bukittinggi

Wiza Andrita, Rafles