Perayaan Natal dan Syukur FMT Maluku, Komunitas Tanimbar Tegaskan Persatuan di Hadapan Gubernur dan Wali Kota Ambon

Perayaan Natal dan Syukur FMT Maluku, Komunitas Tanimbar Tegaskan Persatuan di Hadapan Gubernur dan Wali Kota Ambon
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena Hadiri Perayaan Syukur Natal Keluarga Besar Forum Masyarakat Tanimbar - Maluku (FMT). di Gereja Maranatha Ambon Rabu (14/01/2026)Foto : Spektroom- Eva.M

Spektroom– Ratusan warga Tanimbar memadati Gedung Gereja Maranatha, Ambon, Rabu malam (14/1/2026), dalam Perayaan dan Syukur Natal Keluarga Besar Forum Masyarakat Tanimbar Maluku (FMT-M). mengusung tema “Kristus Datang untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Komunitas Tanimbar Bersatu, Maju dan Sejahtera.”
Acara tersebut dihadiri langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, jajaran Forkopimda Maluku, pimpinan gereja, serta tokoh-tokoh masyarakat Tanimbar. Suasana ibadah berlangsung penuh hikmah dan sukacita bersama orang basudara di kota Ambon.
Ketua Umum FMT-M, Jan A. Terry, menegaskan bahwa Natal bukan hanya perayaan rohani, tetapi juga momentum memperkuat ketahanan keluarga dan identitas komunitas Tanimbar di tengah perubahan zaman.
“Di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi, keluarga dan komunitas menjadi benteng utama. Nilai Duan Lolat dan Kida Bela yang diwariskan leluhur Tanimbar harus tetap menjadi fondasi hidup kita,” kata Terry dalam sambutannya.
Ia menyampaikan bahwa FMT-M hadir sebagai ruang kebersamaan, untuk memastikan warga Tanimbar di Ambon tetap terikat dalam solidaritas sosial, budaya, dan spiritual.
Terry juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon atas keterbukaan dan kepercayaan kepada putra-putri Tanimbar dalam jabatan strategis pemerintahan.
“Kepercayaan itu meneguhkan martabat komunitas dan memperkuat rasa memiliki dalam pembangunan Maluku,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal FMT-M, Petrus Angwarmas, dalam laporannya mengungkapkan bahwa perayaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat Tanimbar selama lebih dari tiga bulan.
FMT-M sendiri berdiri pada 11 Maret 2023 sebagai wadah representasi masyarakat Tanimbar di Ambon, dengan dua tujuan utama: memperkuat persatuan warga dan meningkatkan partisipasi dalam pembangunan daerah.
Angwarmas menambahkan, panitia secara sadar melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk umat Muslim dari Desa Labobar, Kilon dan Karatat, sebagai wujud nyata dari tema persatuan.
“Ini bukan sekadar Natal gereja, tapi Natal komunitas. Semua dirangkul,” katanya.
Dana untuk kegiatan panitia, bersumber dari penggalangan dana mandiri, sumbangan Wali Kota Ambon, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, serta dukungan penuh dari Ketua Umum FMT-M.
Perayaan Natal FMT-M menjadi lebih dari sekadar ritual keagamaan. Ia tampil sebagai panggung persatuan, pengakuan identitas, dan pesan kuat bahwa komunitas Tanimbar siap tumbuh bersama Maluku dalam keberagaman yang bermartabat.(EM)

Berita terkait

Prabowo dan Rosan Bahas Percepatan Transformasi BUMN, Danantara Disiapkan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Prabowo dan Rosan Bahas Percepatan Transformasi BUMN, Danantara Disiapkan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta–Spektroom : Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mengelola aset negara secara lebih efektif dan produktif guna menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6/

Riswan Idris, Rafles
Kecamatan Barangin Kembangkan Program One Village One Product, Dorong Setiap Desa Miliki Produk Unggulan

Kecamatan Barangin Kembangkan Program One Village One Product, Dorong Setiap Desa Miliki Produk Unggulan

Sawahlunto–Spektroom : Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, mulai mengimplementasikan program One Village One Product (OVOP) sebagai strategi penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan kelurahan. Program tersebut mendorong setiap desa dan kelurahan untuk mengembangkan satu produk unggulan yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sumber daya alam, serta kemampuan masyarakat setempat. Camat Barangin,

Riswan Idris, Rafles