Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional, Balai POM di Sofifi Lakukan Edukasi di SLB
Sofifi–Spektroom : Setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi mengenai keamanan obat dan makanan. Semangat tersebut menjadi bagian dari komitmen Balai POM Provinsi Maluku Utara di Sofifi dalam memperluas akses komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.
Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Balai POM Provinsi Maluku Utara di Sofifi melaksanakan kegiatan KIE bersama peserta didik di SLB Centra PK-LK Negeri Sofifi, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus upaya untuk memastikan informasi mengenai keamanan obat dan makanan dapat diterima dengan metode komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Materi yang disampaikan Balai POM Maluku Utara di Sofifi yaitu edukasi mengenai keamanan obat dan makanan, penggunaan kosmetik yang aman, 5 Kunci Keamanan Pangan, Informasi Nilai Gizi (ING), serta Cek KLIK. Peserta didik juga diperkenalkan dengan pentingnya memperhatikan informasi pada kemasan sebelum memilih atau menggunakan produk.
Pemateri Balai POM Maluku Utara di Sofifi Sitti Aisyah, S.Si, Apt menggunakan bahasa isyarat serta media KIE yang edukatif dan interaktif, dengan pendekatan tersebut dilakukan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan.
Pada materi keamanan obat dan makanan, peserta didik dikenalkan dengan prinsip Cek KLIK, yaitu memastikan Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk mengenali produk yang aman dan memenuhi ketentuan.
Edukasi mengenai kosmetik juga diberikan untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya memilih kosmetik yang memiliki izin edar serta memperhatikan informasi yang tercantum pada label.
Sementara itu, materi Informasi Nilai Gizi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mengenali kandungan gizi pada pangan olahan dan mendukung kebiasaan memilih pangan secara lebih bijak.
"Saya berharap dengan edukasi yang dilakukan ini akan bermanfaat dalam memahami tentang produk makanan, minuman maupun obat-obatan serta pangan," ujar Siti.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Balai POM Maluku Utara di Sofifi untuk mengembangkan pendekatan KIE yang adaptif, inklusif, dan mudah dipahami. Penggunaan bahasa isyarat dalam penyampaian informasi menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap terciptanya akses komunikasi yang lebih setara bagi penyandang disabilitas. Melalui momentum Hari Bahasa Isyarat Internasional, Balai POM di Sofifi menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan edukasi keamanan obat dan makanan.
KIE yang inklusif diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sehingga setiap individu mampu menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih, menggunakan, dan mengonsumsi produk obat dan makanan yang aman dan bermutu.