Peringati HAN 2026, Kemendukbangga/ BKKBN Maluku Utara Gelar TAMASYA di KERABAT Wujudkan Anak Hebat
Sofifi-Spektroom : Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku Utara menyelenggarakan kegiatan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Keluarga Berkualitas (KERABAT) Seri 2 Tingkat Provinsi Maluku Utara.
Kegiatan yang mengangkat tema "Anak Hebat Dimulai dari Pengasuhan yang Sehat : Membangun Kelekatan, Komunikasi, dan Ketahanan Mental Anak" ini digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh pengelola dan pengasuh Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Penyuluh KB, Kader Bina Keluarga Balita (BKB), organisasi mitra, serta orang tua dari berbagai kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Hadir sebagai narasumber, Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Maluku Utara, Nirmala Irianti Fatati, S.Psi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Ansar Djainahu dalam sambutan yang dibacakan oleh Ketua Tim Kerja Umum dan Barang Milik Negara (BMN), Harwati, SE.,MM., menegaskan bahwa peringatan HAN 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam pembentukan karakter anak.
"Anak hebat tidak lahir secara kebetulan, tetapi tumbuh dari pengasuhan yang sehat, penuh kasih sayang, komunikasi yang hangat, dan kelekatan yang kuat antara orang tua dengan anak," ujarnya.
Melalui TAMASYA di KERABAT, kami berharap semakin banyak keluarga di Maluku Utara yang memahami pentingnya membangun ketahanan mental anak sejak usia dini, sehingga mampu mencetak generasi yang sehat, tangguh, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas orang tua maupun pengasuh dalam menerapkan pola pengasuhan positif sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak. Dengan pengasuhan yang sehat, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, mampu berkomunikasi dengan baik, serta memiliki kesehatan mental yang optimal.
Dalam pemaparannya, Nirmala Irianti Fatati, S.Psi., menjelaskan tiga pilar penting dalam pengasuhan sehat. Pertama, kelekatan emosional. Kelekatan yang kuat antara orang tua dan anak merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sejak usia dini melalui kasih sayang, perhatian, dan kehadiran orang tua. Hal ini akan membentuk rasa aman pada anak sehingga mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif secara optimal.
Kedua, komunikasi efektif. Orang tua didorong untuk membiasakan komunikasi yang terbuka, penuh empati, serta memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan pendapatnya. Dengan komunikasi yang harmonis, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan memiliki kemampuan menyelesaikan masalah secara positif.
Ketiga, ketahanan mental. Ketahanan mental merupakan bekal bagi anak dalam menghadapi tantangan kehidupan, mengelola emosi, serta beradaptasi dengan berbagai perubahan. Lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuhnya ketahanan mental tersebut.
Melalui penyelenggaraan TAMASYA di KERABAT Seri 2 ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara berharap semakin banyak keluarga yang menerapkan praktik pengasuhan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa setiap anak berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pengasuhan yang berkualitas, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
BKKBN Provinsi Maluku Utara terus berkomitmen mendorong penguatan kualitas pengasuhan melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga berkualitas dan menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.