Peringati HGN 2025, Bupati Madiun : Guru Harus Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi

Peringati HGN 2025, Bupati Madiun : Guru Harus Tingkatkan Kompetensi dan Inovasi
Upacara memperingati HGN 2025 di Halaman Pendopo Ronggo Djoemeno Kabupaten Madiun.

Spektroom - Bupati Madiun, Hari Wuryanto menekankan pentingnya transformasi pendidikan melalui semangat kemerdekaan belajar. Penekanan itu disampaikan Bupati Madiun pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Pendopo Ronggo Djoemeno, Selasa (25/11/2025).

Bupati Hari Wuryanto menjelaskan mengenai peran fundamental guru di masa kini yang tidak hanya berfungsi sebagai penyalur ilmu, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan katalisator perubahan. "Mereka adalah ujung tombak yang menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Peran guru kini meluas, mendampingi peserta didik tidak hanya dalam menguasai kompetensi akademis, tetapi juga menumbuhkan karakter, literasi digital, dan kemampuan berpikir kritis," katanya. Menurut Bupati, peran guru sangat krusial dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inklusif, memastikan tidak ada satupun anak di Madiun yang tertinggal dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Bupati Hari Wuryanto berharap para guru di wilayahnya dapat terus meningkatkan kompetensi diri, berani berinovasi, dan tidak pernah lelah dalam proses belajar mengajar. Setelah upacara peringatan HGN 2025, Bupati Madiun secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan untuk masyarakat sebagai wujud kepedulian dan sinergi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam melayani dan meningkatkan kesejahteraan warga. (Har)

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс