Perjalanan Akademik Prof. Boy Arief Fachri: Menelusuri Propolis Brasil dari Indonesia

Perjalanan Akademik Prof. Boy Arief Fachri: Menelusuri Propolis Brasil dari Indonesia
Prof. Boy Arief Fachri, S.T., M.T., Ph.D., Guru Besar di bidang Optimasi Rekayasa Kimia pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember (UNEJ).

Spektroom - Perjalanan akademik Prof. Boy Arief Fachri, S.T., M.T., Ph.D., Guru Besar di bidang Optimasi Rekayasa Kimia pada Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Jember (UNEJ), menjadikan contoh bahwa dedikasi dalam riset mampu membawa temuan lokal ke panggung inovasi dunia.

Bukti nyata tersebut dalam perjalanannya Prof. Boy Arief Fachri dapat menemukan propolis Brasil di Indonesia.

Dalam pidato ilmiahnya saat pengukuhan sebagai Guru Besar, Prof. Boy mengangkat tema “Optimasi Ekstraksi Propolis dengan Penggunaan CO2 Superkritis”. Penelitian ini berfokus pada peningkatan efisiensi dan kualitas ekstraksi propolis zat resin alami yang dikenal kaya manfaat melalui pemanfaatan teknologi superkritis.

Hal menarik, hasil penelitiannya berhasil menghasilkan propolis dengan kandungan CAPE tinggi, senyawa bioaktif yang selama ini identik dengan propolis asal Brasil.

“Pada saat menjalankan penelitian mengenai optimasi ekstraksi propolis dengan CO2 superkritis, kami malah mampu menghasilkan propolis yang kaya akan senyawa CAPE, yang pada umumnya ditemukan di propolis Brasil,” ujar Prof. Boy.

Prof. Boy juga menceritakan alasannya tertarik menggeluti bidang ini, terutama pada manfaat dari kehidupan sehari-hari. “Karena optimasi rekayasa kimia sangat penting bagi kehidupan manusia. Dengan optimasi rekayasa kimia, memungkinkan kita untuk menghasilkan rancangan alat, produk, dan operasi proses teknik kimia yang lebih efisien, hemat biaya dan berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan proses, kita dapat mengurangi penggunaan energi dan bahan baku, meminimalkan limbah, serta meningkatkan kualitas produk,” jelasnya.

Namun, di balik pencapaian tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi. Proses ekstraksi superkritis membutuhkan tekanan tinggi dan sistem kendali yang sangat presisi. Prof. Boy menekankan pentingnya kontrol ketat dalam setiap tahap proses agar hasil yang diperoleh optimal dan aman.

Selain itu, peran kontribusi Prof. Boy dalam bidang optimasi rekayasa kimia ini tidak hanya pada kebutuhan hidup sehari-hari. Namun juga dapat berperan dalam kontribusi global seperti pengurangan limbah dan keberlanjutan energi.

“Optimasi rekayasa kimia sangat berperan dalam mengatasi isu global seperti keberlanjutan energi, pengurangan limbah, atau produksi berkelanjutan, karena dapat merumuskan kondisi optimum proses yang mengacu pada fisibilitas ekonomi, konsep biorefinery dan ekonomi sirkular,” pungkas Prof. Boy.

(Budi s/Yul)

Berita terkait

Sawahlunto Terbaik I Regional Sumatera, Raih Reward Fiskal Rp2 Miliar

Sawahlunto Terbaik I Regional Sumatera, Raih Reward Fiskal Rp2 Miliar

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto meraih penghargaan Terbaik I Regional Sumatera pada Penganugerahan Pemerintah Daerah Berprestasi Batch 2 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Ballroom Hotel Radisson Batam Center, Rabu (12/8/2026) malam. Penghargaan tersebut diberikan untuk kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan. Sawahlunto menjadi satu-satunya pemerintah daerah di

Riswan Idris, Rafles
Sekolah Lansia Tangguh Angkatan II Diluncurkan di Talawi, Perkuat Kemandirian dan Kualitas Hidup Lansia

Sekolah Lansia Tangguh Angkatan II Diluncurkan di Talawi, Perkuat Kemandirian dan Kualitas Hidup Lansia

Sawahlunto-Spektroom : Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) terus dilakukan di tingkat desa. Pemerintah Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, mendukung pelaksanaan Launching Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) Angkatan II Desa Talawi Mudik yang digelar di Aula Kantor Camat Talawi, Kamis (13/8/26). Kegiatan tersebut dihadiri Camat Talawi, Uchaq, bersama unsur

Riswan Idris, Rafles
Perkuat Ketahanan Pangan di Maluku dan Maluku Utara, Kodam XV/Pattimura dan Kementan RI Teken PKS Cetak Sawah

Perkuat Ketahanan Pangan di Maluku dan Maluku Utara, Kodam XV/Pattimura dan Kementan RI Teken PKS Cetak Sawah

Ambon-Spektroom: Kodam XV/Pattimura bersama Kementerian Pertanian RI memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan di Maluku dan Maluku Utara melalui program cetak sawah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Lobby Serambi Kehormatan Makodam XV/Pattimura, Rabu (12/8/2026). Penandatanganan dilakukan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
ссс