Gubernur NTB Dorong Budidaya Perikanan Massif, Siapkan Gerakan Makan Ikan demi Generasi Sehat
Mataram-Spektroom : Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mendorong pengembangan budidaya perikanan secara massif di Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai langkah strategis meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat kualitas gizi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat melantik Ketua dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Provinsi NTB di Mataram, Selasa (12/5/2026).
Dalam sambutannya, Miq Iqbal—sapaan akrab Gubernur—menegaskan NTB memiliki peluang besar untuk memperluas budidaya perikanan, baik air tawar maupun perikanan lainnya, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, FORIKAN, dan masyarakat.
“Kesempatan kita memperluas budidaya perikanan sangat besar. Bersama FORIKAN kita bisa mendorong budidaya perikanan berkembang lebih luas,” ujar Miq Iqbal.
Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan. Dampaknya memang tidak langsung terlihat, namun dalam jangka panjang akan berpengaruh besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, juga tengah menyiapkan Peraturan Gubernur terkait penguatan sektor pangan dan gizi masyarakat yang direncanakan diterbitkan pada Juli mendatang. Dalam kebijakan itu, kebutuhan bahan pangan diharapkan dapat dipasok oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang mampu memenuhi standar kebutuhan masyarakat.
Gubernur mencontohkan Jepang sebagai negara yang berhasil membangun kualitas sumber daya manusia melalui perhatian serius terhadap konsumsi pangan bergizi, termasuk ikan yang kaya protein, kalsium, dan omega tiga.
Karena itu, ia meminta FORIKAN NTB memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna membangun budaya gemar makan ikan di tengah masyarakat. Salah satu gagasan yang didorong yakni gerakan makan menu ikan minimal satu kali dalam sepekan di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Ini tentu membutuhkan kesiapan budidaya ikan di desa dan kecamatan. Ikan laut memang kaya omega tiga, tetapi ikan air tawar juga memiliki nilai gizi yang baik dan sangat dianjurkan sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Ketua FORIKAN NTB periode 2026–2031, Sinta Agathia mengatakan pihaknya akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam meningkatkan konsumsi ikan, terutama bagi anak-anak.
Ia menyoroti masih tingginya angka gizi buruk di sejumlah wilayah pesisir yang sebenarnya dekat dengan sumber protein ikan. Karena itu, FORIKAN akan terus mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan produk olahan ikan yang menarik dan bernilai gizi tinggi.
“Ada banyak inovasi menu berbasis ikan memiliki kandungan gizi baik. Inovasi seperti ini perlu kita dukung untuk membantu mengurangi masalah gizi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, FORIKAN juga akan aktif turun langsung ke masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye gemar makan ikan demi mewujudkan generasi NTB yang lebih sehat, cerdas, dan unggul.