Perkuat Penanganan TB dan HIV, Petugas Lapas Perempuan Ternate Ikut Monitoring dan Evaluasi PPM
Ternate-Spektroom : Petugas Kesehatan (Perawat) Klinik Pratama Lapas Perempuan Kelas III Ternate, mengikuti kegiatan monitoring dan Evaluasi PPM, termasuk intervensi TB, HIV, melibatkan pemangku kepentingan & HCF di Propinsi Maluku Utara tahun 2026, selama tiga hari di Hotel Grand Majang Ternate.
Kegiatan diikuti 45 orang peserta terdiri dari PJ Klinik, Wasor TB, serta Kabid P2P pada Kabupaten Kota se-Maluku Utara. Kegiatan Monitoring & Evaluasi dibuka Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Maluku Utara dr. Julys Giscard Kroons didampingi Kepala seksi P2P Dinas Kesehatan Propinsi Maluku Utara, Hesty Elvianty Masry SKM M.Kes.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara dr. Julys Giscard Kroons menyampaikan target capaian presentasi kasus TB pada masing-masing kabupaten Kota se-Maluku Utara Tahun 2026. "Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan berharap agar selalu memperkuat kolaborasi jejaring layanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memastikan seluruh pelayanan mempunyai peran aktif dalam mengimplementasikan PPM ( Public Private Mix ) termasuk intervensi TB-HIV," ujar dr. Julys.
Kegiaran dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara tentang Kebijakan Nasional Program Pengendalian TB Tahun 2026, juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dengan fokus utama penanganan masalah pada pasien Tuberkulosis di pelayanan kesehatan masing-masing dan teknis pelaporannya.
Menindaklanjuti hasil kegiatan tersebut, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Ternate, Agustina, kepada Spektroom, Sabtu (1/8/2026) menyampaikan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, telah mengarahkan agar petugas kesehatan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, serta instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, penanganan, dan pelaporan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB) dan HIV.
"Sinergi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas upaya pengendalian penyakit menular di lingkungan Lapas sehingga penyebaran dapat dicegah dan ditangani secara cepat, tepat, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku," harap Agustina.