Pertamina Ingatkan Waspadai LPG Ilegal

Pertamina Ingatkan Waspadai LPG Ilegal
Waspadai LPG ilegal lewat hologram (Foto : Dok.Pertamins).

Spektroom – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran LPG ilegal yang belakangan marak di sejumlah daerah. Warga diminta memastikan keaslian produk sebelum membeli, dengan cara memeriksa segel hologram resmi pada tabung, serta membeli hanya di pangkalan yang terdaftar resmi oleh Pertamina.

Imbauan ini merupakan bagian dari langkah bersama Pertamina, Dinas Perdagangan, dan aparat kepolisian dalam memperketat pengawasan distribusi LPG bersubsidi agar tetap tepat sasaran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan, Minggu (2/11/2025) di Semarang menegaskan bahwa setiap tabung LPG asli dari Pertamina dilengkapi segel hologram yang dapat dipindai untuk memastikan keaslian produk.

“Segel hologram resmi dapat dipindai untuk menampilkan informasi LPG Pertamina. Bila hasil pemindaian tidak memunculkan data, maka besar kemungkinan produk tersebut tidak resmi,” jelasnya.

Taufiq juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur harga murah dari pihak yang tidak memiliki izin resmi. Menurutnya, tindakan pemalsuan dan pengoplosan LPG tidak hanya merugikan negara, tetapi juga sangat berbahaya bagi keselamatan pengguna.

“Pengoplosan LPG bisa menyebabkan kebocoran, ledakan, bahkan menimbulkan korban jiwa. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan membeli LPG hanya di pangkalan resmi,” ujarnya.

Pertamina, lanjutnya, terus bersinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Upaya ini dilakukan agar distribusi LPG bersubsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Sebelumnya, aparat kepolisian bersama Pertamina berhasil membongkar praktik penyuntikan gas LPG 3 Kg bersubsidi ke tabung non-subsidi di wilayah Sukoharjo. Kasus tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya dan konsekuensi hukum dari penyalahgunaan LPG.

“Kami mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran distribusi LPG. Mari bersama-sama menjaga agar energi bersubsidi digunakan sesuai peruntukannya,”

(Ning Biantoro).

Berita terkait

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani
Rumah Zakat Salurkan 31 Paket Bingkisan Yatim dan Superqurban untuk Anak Yatim Dhuafa Pasca Lebaran

Rumah Zakat Salurkan 31 Paket Bingkisan Yatim dan Superqurban untuk Anak Yatim Dhuafa Pasca Lebaran

Junaidi, Agung Yunianto Banjarmasin–Spektroom : Pasca Hari Raya Idul Fitri, Rumah Zakat Kalimantan Selatan menyalurkan 31 paket Bingkisan Yatim kepada anak yatim dhuafa di Gang Nuruddin, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat. Program ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dhuafa, sekaligus menjaga semangat kepedulian meskipun momentum Lebaran

Junaidi