Pertamina Patra Niaga Papua Barat Pastikan, LPG Aman Hingga 21 Hari Kedepan
Perubahan pola distribusi dilakukan untuk menjaga kestabilan stok sekaligus mengendalikan harga LPG di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Fakfak, Manokwari, dan Kabupaten Teluk Bintuni.
Manokwari-Spektroom : Pihak PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas/LPG di wilayah Papua Barat tetap aman meski terjadi perubahan pola distribusi akibat kendala transportasi laut dan jalur suplai yang tidak reguler.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Achmad Sofyan Halim Jumat,22 Mei 2026 menyebutkan perubahan pola distribusi dilakukan untuk menjaga kestabilan stok sekaligus mengendalikan harga LPG di sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Fakfak, Manokwari, dan Kabupaten Teluk Bintuni.
Suplai LPG untuk Fakfak menurutnya, masih dilakukan langsung dari Surabaya, dengan maksud agar stabilitas pasokan dan harga di daerah tetap terjaga.
“Kita melakukan pengambilan keputusan untuk Fakfak tetap melakukan suplai langsung dari Surabaya agar stok di Fakfak tetap aman dan dari sisi harga masih bisa terkontrol,” ungkap Achmad Sofyan.
Penerapan pola distribusi terbaru tandasnya, juga memungkinkan tiga agen LPG di Papua Barat yakni dua agen LPG di Manokwari dan satu agen LPG di Kabupaten Teluk Bintuni kini melakukan pengambilan pasokan melalui Ambon.
“Kenapa tidak melalui Jayapura? Karena kapal reguler ke Jayapura jauh lebih sedikit dan biayanya jauh lebih tinggi. Kalau dilakukan penyewaan kapal, anggarannya bisa jauh lebih besar dibanding pola distribusi yang saat ini dijalankan,” katanya.
Saat ini, stok LPG yang tersedia di agen-agen Papua Barat tercatat mencapai sekitar 1.400 tabung untuk ukuran 5,5 kilogram, 7.600 tabung ukuran 12 kilogram, serta 1.200 tabung ukuran 50 kilogram yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 21 hari untuk LPG 5,5 kilogram dan lebih dari satu bulan, LPG 12 kilogram maupun 50 kilogram, apalagi adanya tambahan pasokan yang diperkirakan tiba pada awal Juni 2026.