Peserta Madura Ethnic Carnival 2025 Melebihi Ekspektasi

MEC 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi bagi para desainer muda, pelajar, dan pelaku seni

Peserta Madura Ethnic Carnival 2025 Melebihi Ekspektasi
Foto : dok. Diskominfo Sumenep

Spektroom – Ajang Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 yang diinisiasi oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) siap meramaikan kabupaten Sumenep. Puluhan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur bersiap untuk unjuk kreativitas dalam ajang Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025, sebuah kompetisi kreasi kostum dan fashion show bernuansa etnik yang digelar di Kabupaten Sumenep. Acara tahunan ini sebagai bentuk dukungan kalangan jurnalis, terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan industri kreatif daerah.

Ketua Panitia Pelaksana, Syamsuri mengatakan, tahun ini antusiasme peserta terbilang tinggi, karena panitia awalnya menargetkan maksimal 80 peserta dari berbagai kategori, yakni kategori umum, pelajar, dan grand show, tetapi hingga penutupan pendaftaran pada 10 September 2025 pukul 00.00 WIB jumlah pendaftar justru melebihi ekspektasi.

“Kami awalnya menargetkan jumlah peserta maksimal 80 orang baik kategori umum, pelajar, maupun grand show, tetapi sesuai data hingga batas akhir pendaftaran hingga 10 September pukul 00.00 WIB mencapai 90 orang,” kata Syamsuri kepada Media Center Kamis (11/09/2025), sebagaimana dilansir dari laman Diskominfo Sumenep.

MEC 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang apresiasi bagi para desainer muda, pelajar, dan pelaku seni untuk menampilkan kreativitas mereka dalam balutan budaya di kostum dan grand show.

“MEC dengan mengusung semangat kolaboratif dan kearifan lokal diharapkan mampu menjadi ikon budaya di Madura, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah arus modernisasi,” terangnya.

Panitia pelaksana pada gelaran MEC pada 20 September 2025 menyiapkan beragam hiburan, seperti musik tong-tong, kolaborasi band rock dengan kalenengan, bintang tamu serta sejumlah sajian hiburan lainnya.

Sementara, Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh kreator dari berbagai wilayah di Jawa Timur yang sangat antusias untuk berpartisipasi di MEC 2025.

"Setiap tahun pesertanya selalu bertambah tidak hanya dari kabupaten di Madura, tapi dari kota-kota lain, seperti Jember, Malang, Bondowoso, Surabaya, dan lainnya,” terangnya.

Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) berkomitmen untuk melaksanakan Madura Ethnic Carnival (MEC) 2025 secara profesional dan penuh totalitas, sebagai bentuk nyata dari kepercayaan para kreator dan pelaku seni terhadap keberlangsungan event budaya tahunan ini. 

“Kami bertekad menjalankan kompetisi ini secara profesional dan full power, karena kami menyadari bahwa kepercayaan para kreator terhadap MEC adalah amanah besar yang harus dijaga,” ungkapnya. 

Hariri menyatakan, peserta MEC dari Kabupaten Sumenep tidak hanya berasal dari kecamatan daratan saja, melainkan ada peserta dari kepulauan, karena itu kegiatan ini mendapat antusias dari masyarakat.

Berita terkait

Kemenkop Berupaya Memperkuat Ekosistem Ekonomi Pedesaan Melalui Optimalisasi Peran Koperasi.

Kemenkop Berupaya Memperkuat Ekosistem Ekonomi Pedesaan Melalui Optimalisasi Peran Koperasi.

Semarang – Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus berupaya memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan melalui optimalisasi peran koperasi. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan memperluas akses pembiayaan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui skema alternatif di luar perbankan. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Pembiayaan pada Deputi Bidang Pengembangan

Nurana Diah Dhayanti
KPK Ingatkan Titik Rawan Korupsi dalam Pengadaan Sekolah Rakyat

KPK Ingatkan Titik Rawan Korupsi dalam Pengadaan Sekolah Rakyat

Jakarta - Spektroom : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Sosial (Kemensos), memperkuat sinergi pengawasan untuk memastikan program prioritas nasional, termasuk Sekolah Rakyat, berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkualitas bagi masyarakat. Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi KPK dengan

Heriyoko